<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7706598887125859047</id><updated>2011-04-21T14:03:51.868-07:00</updated><title type='text'>pengantar pendidikan</title><subtitle type='html'>Sebuah Pengantar Pendidikan bagi Mahasiswa.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://athika-unindrabio2a.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7706598887125859047/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://athika-unindrabio2a.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>athika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00907222227004076165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_31fHLqqApG0/R-IqcJb8X_I/AAAAAAAAAAM/trVpbFItK4o/S220/Photo(179).jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>13</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7706598887125859047.post-6669744965148398795</id><published>2008-07-25T20:37:00.000-07:00</published><updated>2008-07-25T20:38:29.394-07:00</updated><title type='text'>untuk mengantarkan insan dengan segala potensi diri dalam berinteraksi</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="display: none;"&gt;&lt;a href="http://athika-unindra-bio2a.blogspot.com/#main"&gt;skip to main &lt;/a&gt;| &lt;a href="http://athika-unindra-bio2a.blogspot.com/#sidebar"&gt;skip to sidebar&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;&lt;a href="http://athika-unindra-bio2a.blogspot.com/2008/07/untuk-mengantarkan-insan-dengan-segala.html"&gt;&lt;/a&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Banyak yang bahagia dengan tahun ajaran baru. Orang tua tentunya. Dia bahagia karena anaknya dapat lulus dan melanjutkan sekolahnya di sekolah lanjutan. Bagi seorang siswa baru, kebahagiaan itu antara lain punya teman baru, guru baru dan sekolah baru. Bahagia karena lulus ujian yang merupakan ”penghalang” sebagian siswa untuk menapaki sisi hidupnya lebih jauh. Sekolah pun ikut bahagia bisa menerima murid baru dengan aneka macam watak dan karakter. Pokoke tahun baru menjadi ruang bahagia bagi yang lulus dan mendapat sekolah baru.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Siswa yang lulus dan menjadi siswa baru pada setiap sekolah tentunya menyandang predikat sebagai siswa sekolah lanjutan. Mereka yang lulus sekolah dasar (SD) melanjutkan ke tingkat pertama, sedangkan yang lulus sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) melanjutkan ke tingkat atas (SLTA). Ketika itu, maka siswa baru menyandang sebuah predikat baru sebagai kaum terpelajar.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sebagai kaum terpelajar, maka ada semacam tanggungjawab yang berdimensi dua hal. &lt;i&gt;Pertama,&lt;/i&gt; berdimensi pada aspek tanggungjawab untuk menjadi pembelajar yang baik. &lt;i&gt;Kedua,&lt;/i&gt; dimensi tanggungjawab sosial, yaitu bagaimana pelajar tidak hanya menjadi pembelajar, tetapi mengembangkan nalarnya pada tanggungjawab sosial sebagai bagian dari masyarakat.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kedua hal diatas, hanya bisa dilakukan atau diperangkan oleh seorang pelajar dengan tiga karakter utama yaitu kritis, gaul dan syar’i. Ketiga hal ini cukup menjadi ciri yang melekat pada seorang pelajar, yaitu bagaimana mengembangkan sikap kritis, mampu bergaul secara proporsional dan senantiasa dalam bingkai ilahiah.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sebab dalam konteks dimana ruang dan waktu yang bergerak begitu dinamis. Sangat dibutuhkan ketiga karakter diatas. Seorang pelajar pada masa kini menghadapi tantangan sosial, ekonomi dan politik yang tidak sederhana. Oleh karena itu, membangun kesadaran dan respons pelajar tentang masalah sosial, ekonomi dan politik juga cukup penting. Disamping belajar dengan baik.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Oleh sebab itu, maka memasuki tahun pelajaran ini, kita semua harus senantiasa optimis dapat melaksanakan tugas kemanusiaan kita dengan amanah. Oleh sebab itu, kepada pelajar ada beberapa catatan yang harus dikembangkan.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;Kenapa harus kritis?&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pelajar sebagaimana dijelaskan diatas, memiliki peran yang tidak ringan. Pelajar dalam zaman yang orang sering sebut sebagai era global memiliki tantangan sosial yang rumit. Perkembangan tersebut berdampak pada banyak dimensi. Lunturnya kohesifitas – rasa saling membantu sebagai sesama manusia – dalam masyarakat adalah salah satu implikasi dari perubahan zaman tersebut. &lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Mungkin kita sering mendengar ucapakan teman-teman di sekolah yang mengatakan “hari gini gak punya HP”. Itu menjadi style – gaya – sebagai effek dari perubahan zaman tersebut. Zaman yang banyak disimbolkan oleh simbol materialisme. Yaitu suatu sikap yang mengagungkan materi. Perilaku hedonis, yaitu sikap suka berfoya-foya atau bersenang-senang.&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Tetentu hal diatas tidak kondusif bagi pembentukan diri pelajar, maka seorang pelajar harus memiliki tools – alat, pisau analisis – yang dapat menuntunnya memilih pilihan yang representatif untuk mengembangkan diri. Oleh sebab itu, maka diperlukan kesadaran kritis seorang pelajar. Kesadaran ini bisa diartikan sederhana yaitu kematangan personal dalam menentukan pilihan. &lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Mereka kemudian memilih bukan karena orang lain, bukan karena otoritas, bukan karena hasil pengalamannya semata, bukan karena kebiasaan akan, bukan pula karena konsesi tetapi karena &lt;i&gt;inquirytas&lt;/i&gt; mereka dalam berpikir. Mereka melakukan sesuatu karena sadar bahwa itu adalah penting dan berguna. Ali Syariati mengatakan bahwa jika tidak ada proses berpikir secara sadar maka aktivisme kemudian terjebak kedalam &lt;i&gt;takhyul, fanatisme&lt;/i&gt; dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sebagai seorang pelajar, kritisisme harus senantiasa dibangun. Sebab salah satu ciri khas yang harus menjadi simbolnya adalah kritis. Membangun kesadaran kritis bukanlah pekerjaan mudah. Sebab itu, maka melatih diri dan mengaktifkan diri pada lembaga / organisasi menjadi sangat penting sebagai wadah belajar yang cukup reflektif dalam perjalanan kemanusiaan kita. Maka berlatilah untuk merespon sesuatu yang ganjil di lingkungan sekitar lalu pertanyakan kenapa terjadi demikian? Hal – hal kecil seperti ini cukup membantu kita pada tahapan kehidupan selanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;Gaul (Populisme)&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Gaul dalam hal ini hampir sama maknanya dengan fungsi integratif. Suatu kemampuan untuk bersama dengan realitas, bersatu dengan komunitas pelajar. Hendaknya pemahaman kita tentang ini bukan hanya pemahaman tentang pola konsumerisme, pola pergaulan yang bebas, perilaku bebas dsb. Kemampuan ini bukan hanya kemampuan untuk memahami tapi lebih jauh kepada proses untuk mengubah. Proses mengubah inilah yang kemudian menjadi wilayah tanggungjawab sosial pelajar.&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sebagaimana sudah dijelaskan diatas. Bahwa kita tidak lagi hidup di zaman batu yang serba tradisional. Tetapi kita berada pada zaman yang serba maju. Dilengkapi dengan berbagai macam kemudahan-kemudahan. Tetapi disisi yang lain juga melahirkan kondisi-kondisi yang tidak diinginkan. Seperti penyalah gunaan teknologi yang juga berdampak pada kemanusiaan. Itulah sebabnya para kritikus modernisasi sering mengatakan bahwa modernisasi telah menimbulkan malapetaka kemanusiaan dan lingkungan yang demikian besar.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sebab itu harus dibangun pemahaman yang &lt;i&gt;profetik &lt;/i&gt;(kenabian)&lt;i&gt;.&lt;/i&gt; Suatu kemampuan yang bukan hanya bersama, memiliki, empati akan tetapi dilengkapi dengan kemampuan untuk mengadakan perubahan dan menatanya kembali sehingga &lt;i&gt;culture syock&lt;/i&gt; kemudian tidak menjadi gejala yang dapat menghambat secara signifikan. Dalam hal ini kita bisa belajar dari keteladanan Nabi yang agung. Bagaimana nabi merencanakan dan mendesain dakwahnya sedemikian sehingga orang tidak meresa diganggu. Sebab kehadiran Islam adalah sebagai &lt;i&gt;rahmatan lil alamin&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;Bingkai ilahiah&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Terma ketiga yang harus senantiasa dibangun adalah syar’i, artiya sesuai dengan nilai-nilai Islam. Aktivitas kepelajaran kita harus tetap dibingkai dalam frame Islam. Atau aktivisme kita harus senantiasa dalam bingkai ilahiah. Lebih spesifiknya bahwa pelajar muslim harus senantiasa dalam terang wahyu.&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Hal ini mengingat bahwa sebagai pelajar Muslim yang menjadikan Islam sebagai ruh pergerakan, ruh aktivisme dan islam sebagai pijakan. Akan tetapi bukan berarti lalu terjebak ke dalam paradigma – cara pandang – ekslusifisme – hanya untuk geolongan atau komunitasnya sendiri –, yang kemudian memandang bahwa kebenaran mutlak harus menjadi milik kita dan orang lain adalah salah.&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Akhirnya ketiga terma diatas harus senantiasa dikembangkan dalam kerangka proses pembinaan yang berjalan secara terus menerus dan terintegrasi satu dengan lainnya. Sehingga pada akhirnya menciptakan satu makna dan brand pelajar Muhammadiyah yang kritis, integratif dan syar’i. &lt;i&gt;Wallahu a’lam bisshawab&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Oleh : Masmulyadi &lt;a href="http://interupsicyber.blogspot.com/2007/08/pelajar-kritis-gaul-dan-syari.html#_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7706598887125859047-6669744965148398795?l=athika-unindrabio2a.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://athika-unindrabio2a.blogspot.com/feeds/6669744965148398795/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7706598887125859047&amp;postID=6669744965148398795' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7706598887125859047/posts/default/6669744965148398795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7706598887125859047/posts/default/6669744965148398795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://athika-unindrabio2a.blogspot.com/2008/07/untuk-mengantarkan-insan-dengan-segala.html' title='untuk mengantarkan insan dengan segala potensi diri dalam berinteraksi'/><author><name>athika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00907222227004076165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_31fHLqqApG0/R-IqcJb8X_I/AAAAAAAAAAM/trVpbFItK4o/S220/Photo(179).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7706598887125859047.post-7623283335153991970</id><published>2008-07-25T20:35:00.000-07:00</published><updated>2008-07-25T20:37:26.773-07:00</updated><title type='text'>nilai kemanusian yang adil demokrasi dalam kehidupan sosial kemasyarakatan</title><content type='html'>&lt;h3&gt;&lt;a href="http://arifunindrabio2a.blogspot.com/2008/07/untuk-mengantarkan-insan-dengan-segala.html"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt; &lt;h3&gt;&lt;a href="http://arifunindrabio2a.blogspot.com/2008/07/untuk-mengantarkan-insan-dengan-segala.html"&gt;  &lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;nilai yang adil,demokrasi dalam kehidupan sosial kemasyarakatan dalam kontek bela negara. &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;A.&lt;span style="font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 7pt;" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt; &lt;b&gt;Demokrasi, HAM, dan Negara&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;HAM dan demokrasi merupakan konsepsi kemanusiaan dan relasi sosial yang dilahirkan dari sejarah peradaban manusia di seluruh penjuru dunia. HAM dan demokrasi juga dapat dimaknai sebagai hasil perjuangan manusia untuk mempertahankan dan mencapai harkat kemanusiaannya, sebab hingga saat ini hanya konsepsi HAM dan demokrasilah yang terbukti paling mengakui dan menjamin harkat kemanusiaan.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;Konsepsi HAM dan demokrasi dapat dilacak secara teologis berupa relativitas manusia dan kemutlakan Tuhan. Konsekuensinya, tidak ada manusia yang dianggap menempati posisi lebih tinggi, karena hanya satu yang mutlak dan merupakan &lt;i&gt;prima facie&lt;/i&gt;, yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Semua manusia memiliki potensi untuk mencapai kebenaran, tetapi tidak mungkin kebenaran mutlak dimiliki oleh manusia, karena yang benar secara mutlak hanya Tuhan. Maka semua pemikiran manusia juga harus dinilai kebenarannya secara relatif. Pemikiran yang mengklaim sebagai benar secara mutlak, dan yang lain berarti salah secara mutlak, adalah pemikiran yang bertentangan dengan kemanusiaan dan ketuhanan.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;Manusia diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa dengan seperangkat hak yang menjamin derajatnya sebagai manusia. Hak-hak inilah yang kemudian disebut dengan hak asasi manusia, yaitu hak yang diperoleh sejak kelahirannya sebagai manusia yang merupakan karunia Sang Pencipta.&lt;a name="_ftnref1"&gt;&lt;/a&gt; Karena setiap manusia diciptakan kedudukannya sederajat dengan hak-hak yang sama, maka prinsip persamaan dan kesederajatan merupakan hal utama dalam interaksi sosial. Namun kenyataan menunjukan bahwa manusia selalu hidup dalam komunitas sosial untuk dapat menjaga derajat kemanusiaan dan mencapai tujuannya. Hal ini tidak mungkin dapat dilakukan secara individual. Akibatnya, muncul struktur sosial. Dibutuhkan kekuasaan untuk menjalankan organisasi sosial tersebut.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;Kekuasaan dalam suatu organisasi dapat diperoleh berdasarkan legitimasi religius, legitimasi ideologis eliter atau pun legitimasi pragmatis.&lt;a name="_ftnref2"&gt;&lt;/a&gt; Namun kekuasaan berdasarkan legitimasi-legitimasi tersebut dengan sendirinya mengingkari kesamaan dan kesederajatan manusia, karena mengklaim kedudukan lebih tinggi sekelompok manusia dari manusia lainnya. Selain itu, kekuasaan yang berdasarkan ketiga legitimasi diatas akan menjadi kekuasaan yang absolut, karena asumsi dasarnya menempatkan kelompok yang memerintah sebagai pihak yang berwenang secara istimewa dan lebih tahu dalam menjalankan urusan kekuasaan negara. Kekuasaan yang didirikan berdasarkan ketiga legitimasi tersebut bisa dipastikan akan menjadi kekuasaan yang otoriter. &lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;Konsepsi demokrasilah yang memberikan landasan dan mekanisme kekuasaan berdasarkan prinsip persamaan dan kesederajatan manusia. Demokrasi menempatkan manusia sebagai pemilik kedaulatan yang kemudian dikenal dengan prinsip kedaulatan rakyat. Berdasarkan pada teori kontrak sosial,&lt;a name="_ftnref3"&gt;&lt;/a&gt; untuk memenuhi hak-hak tiap manusia tidak mungkin dicapai oleh masing-masing orang secara individual, tetapi harus bersama-sama. Maka dibuatlah perjanjian sosial yang berisi tentang apa yang menjadi tujuan bersama, batas-batas hak individual, dan siapa yang bertanggungjawab untuk pencapaian tujuan tersebut dan menjalankan perjanjian yang telah dibuat dengan batas-batasnya. Perjanjian tersebut diwujudkan dalam bentuk konstitusi sebagai hukum tertinggi di suatu negara (&lt;i&gt;the supreme law of the land&lt;/i&gt;), yang kemudian dielaborasi secara konsisten dalam hukum dan kebijakan negara. Proses demokrasi juga terwujud melalui prosedur pemilihan umum untuk memilih wakil rakyat dan pejabat publik lainnya. &lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.7pt; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;Konsepsi HAM dan demokrasi dalam perkembangannya sangat terkait dengan konsepsi negara hukum. Dalam sebuah negara hukum, sesungguhnya yang memerintah adalah hukum, bukan manusia. Hukum dimaknai sebagai kesatuan hirarkis tatanan norma hukum yang berpuncak pada konstitusi. Hal ini berarti bahwa dalam sebuah negara hukum menghendaki adanya supremasi konstitusi. Supremasi konstitusi disamping merupakan konsekuensi dari konsep negara hukum, sekaligus merupakan pelaksanaan demokrasi karena konstitusi adalah wujud perjanjian sosial tertinggi.&lt;a name="_ftnref4"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.7pt; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;Selain itu, prinsip demokrasi atau kedaulatan rakyat dapat menjamin peran serta masyarakat dalam proses pengambilan keputusan, sehingga setiap peraturan perundang-undangan yang diterapkan dan ditegakkan benar-benar mencerminkan perasaan keadilan masyarakat. Hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku tidak boleh ditetapkan dan diterapkan secara sepihak oleh dan atau hanya untuk kepentingan penguasa. Hal ini bertentangan dengan prinsip demokrasi. Hukum tidak dimaksudkan untuk hanya menjamin kepentingan beberapa orang yang berkuasa, melainkan menjamin kepentingan keadilan bagi semua orang. Dengan demikian negara hukum yang dikembangkan bukan &lt;i&gt;absolute rechtsstaat&lt;/i&gt;, melainkan &lt;i&gt;democratische rechtsstaat&lt;/i&gt;.&lt;a name="_ftnref5"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.7pt; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;Sebagaimana telah berhasil dirumuskan dalam naskah Perubahan Kedua UUD 1945, ketentuan mengenai hak-hak asasi manusia telah mendapatkan jaminan konstitusional yang sangat kuat dalam Undang-Undang Dasar. Sebagian besar materi Undang-Undang Dasar ini sebe­narnya berasal dari rumusan Undang-Undang yang telah disah­kan sebe­lum­nya, yaitu UU tentang Hak Asasi Manusia. Jika dirumuskan kembali, maka materi yang sudah diadopsikan ke dalam rumusan Undang-Undang Dasar 1945 mencakup 27 materi berikut:&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;1. Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak memper­tahankan hidup dan kehidupannya&lt;a name="_ftnref6"&gt;&lt;/a&gt;.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;2. Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjut­kan keturunan melalui perkawinan yang sah&lt;a name="_ftnref7"&gt;&lt;/a&gt;.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;3. Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari ke­ke­rasan dan diskriminasi&lt;a name="_ftnref8"&gt;&lt;/a&gt;.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;4. Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskri­minatif atas dasar apapun dan berhak mendapat­kan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat dis­kri­mi­natif itu&lt;a name="_ftnref9"&gt;&lt;/a&gt;.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;5. Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menu­rut aga­ma­nya, memilih pendidikan dan pengajaran, me­mi­­­lih&lt;span style="letter-spacing: -0.1pt;"&gt; peker­jaan, memilih kewarganegaraan, memilih &lt;/span&gt;tem­pat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali&lt;a name="_ftnref10"&gt;&lt;/a&gt;.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;6. Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini keperca­yaan, me­nya­takan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya&lt;a name="_ftnref11"&gt;&lt;/a&gt;.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;7. Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkum­pul, dan mengeluarkan pendapat&lt;a name="_ftnref12"&gt;&lt;/a&gt;. &lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;8. Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memper­oleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan ling­kungan sosial­nya serta berhak untuk mencari, mem­per­oleh, memiliki, menyim­pan, mengolah, dan menyam­pai­kan informasi dengan menggu­nakan segala jenis saluran yang tersedia&lt;a name="_ftnref13"&gt;&lt;/a&gt;.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;9. Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, ke­luar­ga, ke­hor­matan, martabat, dan harta benda yang di bawah kekua­saannya, serta berhak atas rasa aman dan per­lindungan dari an­caman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi&lt;a name="_ftnref14"&gt;&lt;/a&gt;.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;10. Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak mem­peroleh suaka politik dari negara lain&lt;a name="_ftnref15"&gt;&lt;/a&gt;.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;11. Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, ber­tempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kese­hatan&lt;a name="_ftnref16"&gt;&lt;/a&gt;.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;12. Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perla­ku­an khu­sus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan&lt;a name="_ftnref17"&gt;&lt;/a&gt;.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;13. Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memung­kinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manu­sia yang ber­martabat&lt;a name="_ftnref18"&gt;&lt;/a&gt;.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;14. Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewe­nang-wenang oleh siapapun&lt;a name="_ftnref19"&gt;&lt;/a&gt;.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;15. Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pe­me­nuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidik­an dan memper­oleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kese­jah­teraan umat manusia&lt;a name="_ftnref20"&gt;&lt;/a&gt;.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;16. Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam mem­perjuangkan haknya secara kolektif untuk mem­ba­ngun ma­sya­rakat, bangsa dan negaranya&lt;a name="_ftnref21"&gt;&lt;/a&gt;. &lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;17. Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlin­dung­an, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadap­an hukum&lt;a name="_ftnref22"&gt;&lt;/a&gt;.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;18. Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbal­an dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja&lt;a name="_ftnref23"&gt;&lt;/a&gt;.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;19. Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan&lt;a name="_ftnref24"&gt;&lt;/a&gt;.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;20. Negara, dalam keadaan apapun, tidak dapat mengurangi hak setiap orang untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut&lt;a name="_ftnref25"&gt;&lt;/a&gt;.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;21. Negara menjamin penghormatan atas identitas budaya dan hak masyarakat tradisional selaras dengan perkem­bangan zaman dan tingkat peradaban bangsa&lt;a name="_ftnref26"&gt;&lt;/a&gt;.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;22. Negara menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan moral ke­ma­nu­siaan yang diajarkan oleh setiap agama, dan men­ja­min kemer­dekaan tiap-tiap penduduk untuk me­me­luk dan menjalankan ajaran agamanya&lt;a name="_ftnref27"&gt;&lt;/a&gt;.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;23. &lt;span style="letter-spacing: -0.1pt;"&gt;Perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan &lt;/span&gt;hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara, ter­utama pemerintah&lt;a name="_ftnref28"&gt;&lt;/a&gt;.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;24. Untuk memajukan, menegakkan dan melindungi hak asasi ma­nusia sesuai dengan prinsip negara hukum yang demokratis, ma­ka pelaksanaan hak asasi manusia dija­min, diatur dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan&lt;a name="_ftnref29"&gt;&lt;/a&gt;.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;25. Untuk menjamin pelaksanaan Pasal 4 ayat (5) tersebut di atas, dibentuk xe "Komisi Nasional Hak Asasi Manusia"Komisi Nasional Hak Asasi Manusia yang bersifat inde­penden menurut ketentuan yang diatur dengan undang-un­dang&lt;a name="_ftnref30"&gt;&lt;/a&gt;.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;26. Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain da­lam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan ber­negara.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;27. Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan de­ngan undang-undang dengan maksud semata-mata un­tuk menjamin peng­akuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertim­bangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis&lt;a name="_ftnref31"&gt;&lt;/a&gt;.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;Jika ke-27 ketentuan yang sudah diadopsikan ke dalam Undang-Undang Dasar diperluas dengan memasukkan ele­men baru yang ber­sifat menyempurnakan rumusan yang ada, lalu dikelompokkan kembali sehingga mencakup ketentuan-ketentuan baru yang belum dimuat di dalamnya, maka ru­mus­an hak asasi manusia dalam Un­dang-Undang Dasar da­pat mencakup lima kelompok materi sebagai berikut:&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;1. Kelompok Hak-Hak Sipil yang dapat dirumuskan men­jadi:&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;a. Setiap orang berhak untuk hidup, mempertahankan hidup dan kehidupannya.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;b. Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan, perlakuan atau penghukuman lain yang kejam, tidak manusiawi dan merendahkan martabat kemanusiaan.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;c. Setiap orang berhak untuk bebas dari segala bentuk perbu­dakan.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;d. Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;e. Setiap orang berhak untuk bebas memiliki keyakinan, pikiran dan hati nurani.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;f. Setiap orang berhak untuk diakui sebagai pribadi di ha­dapan hukum.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;g. Setiap orang berhak atas perlakuan yang sama di ha­dapan hukum dan pemerintahan.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;h. Setiap orang berhak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;i. Setiap orang berhak untuk membentuk keluarga dan melan­jutkan keturunan melalui perkawinan yang sah.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;j. Setiap orang berhak akan status kewarganegaraan.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;k. Setiap orang berhak untuk bebas bertempat tinggal di wi­layah negaranya, meninggalkan dan kembali ke negaranya.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;l. Setiap orang berhak memperoleh suaka politik.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;m. Setiap orang berhak bebas dari segala bentuk perla­kuan dis­kriminatif dan berhak mendapatkan perlin­dungan hukum dari perlakuan yang bersifat diskrimi­natif tersebut.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="text-indent: 34pt; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;Terhadap hak-hak sipil tersebut, dalam keadaan apa­pun atau ba­gai­manapun, negara tidak dapat mengurangi arti hak-hak yang ditentukan dalam Kelompok 1 “a” sampai dengan “h”. Namun, ke­tentuan tersebut tentu tidak di­mak­sud dan tidak dapat diartikan atau digunakan seba­gai dasar untuk membebaskan seseorang dari &lt;span style="letter-spacing: -0.1pt;"&gt;penun­tutan atas pelanggaran hak asasi manusia yang berat yang &lt;/span&gt;diakui menurut ketentuan hukum Internasional. Pembatasan dan penegasan ini penting untuk memas­tikan bahwa ketentuan tersebut tidak dimanfaatkan secara semena-mena oleh pihak-pihak yang berusaha membebaskan diri dari ancaman tuntutan. Justru di sini­lah letak kontro­versi yang timbul setelah ketentuan Pasal 28I Perubahan Kedua UUD 1945 disahkan beberapa waktu yang lalu.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;2. Kelompok Hak-Hak Politik, Ekonomi, Sosial dan Budaya&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;a. &lt;span style="letter-spacing: -0.1pt;"&gt;Setiap warga negara berhak untuk berserikat, ber­kum­pul &lt;/span&gt;dan menyatakan pendapatnya secara damai.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;b. Setiap warga negara berhak untuk memilih dan di­pi­lih dalam rangka lembaga perwakilan rakyat.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;c. Setiap warga negara dapat diangkat untuk mendu­duki ja­batan-jabatan publik.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;d. Setiap orang berhak untuk memperoleh dan memilih peker­jaan yang sah dan layak bagi kemanusiaan.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;e. Setiap orang berhak untuk bekerja, mendapat imbal­an, dan men­dapat perlakuan yang layak dalam hu­bung­an kerja yang berkeadilan.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;f. Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;g. Setiap warga negara berhak atas jaminan sosial yang dibu­tuh­kan untuk hidup layak dan memungkinkan pengembangan dirinya sebagai manusia yang ber­martabat.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;h. Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan mem­peroleh informasi.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;i. Setiap orang berhak untuk memperoleh dan memilih pendi­dikan dan pengajaran.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;j. Setiap orang berhak mengembangkan dan memper­oleh man­faat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya untuk peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan umat manusia.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;k. Negara menjamin penghormatan atas identitas bu­da­ya dan hak-hak masyarakat lokal selaras dengan per­kembangan za­man dan tingkat peradaban bangsa&lt;a name="_ftnref32"&gt;&lt;/a&gt;.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;l. Negara mengakui setiap budaya sebagai bagian dari kebu­dayaan nasional.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;m. Negara menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan moral kema­nusiaan yang diajarkan oleh setiap agama, dan menjamin ke­mer­dekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk dan menja­lankan ajaran agamanya&lt;a name="_ftnref33"&gt;&lt;/a&gt;.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;3. Kelompok Hak-Hak Khusus dan Hak Atas Pembangunan&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;a. Setiap warga negara yang menyandang masalah so­sial, terma­suk kelompok masyarakat yang terasing dan yang hidup di lingkungan terpencil, berhak men­dapat kemudahan dan per­lakuan khusus untuk mem­peroleh kesempatan yang sama.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;b. Hak perempuan dijamin dan dilindungi untuk men­capai kesetaraan gender dalam kehidupan nasional.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;c. Hak khusus yang melekat pada diri perempuan yang dika­renakan oleh fungsi reproduksinya dijamin dan dilindungi oleh hukum.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;d. Setiap anak berhak atas kasih sayang, perhatian dan perlin­dungan orangtua, keluarga, masyarakat dan ne­ga­ra bagi per­tumbuhan fisik dan mental serta per­kem­bangan pribadinya.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;e. Setiap warga negara berhak untuk berperan serta da­lam pengelolaan dan turut menikmati manfaat yang diperoleh dari pengelolaan kekayaan alam.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;f. Setiap orang berhak atas lingkungan hidup yang ber­sih dan sehat.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;g. Kebijakan, perlakuan atau tindakan khusus yang ber­sifat sementara dan dituangkan dalam peraturan per­undangan-un­dangan yang sah yang dimaksudkan un­tuk menyetarakan tingkat perkembangan kelom­pok tertentu yang pernah me­nga­lami perlakuan dis­krimi­nasi dengan kelompok-kelompok lain dalam masya­rakat, dan perlakuan khusus sebagaimana di­ten­tukan dalam ayat (1) pasal ini, tidak termasuk dalam pe­nger­tian diskriminasi sebagaimana ditentu­kan dalam Pasal 1 ayat (13).&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;4. Tanggungjawab Negara dan Kewajiban Asasi Manusia&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;a. Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;b. Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk pada pembatasan yang dite­tap­kan oleh undang-undang dengan maksud semata-ma­ta untuk menjamin pengakuan dan penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain serta untuk meme­nuhi tuntutan keadilan sesuai dengan nilai-nilai aga­ma, moralitas dan kesusilaan, keamanan dan keter­tib­an umum dalam masyarakat yang demokratis.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;c. Negara bertanggungjawab atas perlindungan, pema­juan, penegakan, dan pemenuhan hak-hak asasi ma­nusia.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="tab2" style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;d. Untuk menjamin pelaksanaan hak asasi manusia, dibentuk Komisi Nasional Hak Asasi Manusia yang bersifat independen dan tidak memihak yang pem­bentukan, susunan dan kedu­dukannya diatur dengan undang-undang.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 34pt; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia; letter-spacing: -0.1pt;" lang="IN"&gt;&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;Ketentuan-ketentuan yang memberikan jaminan konsti­tusional &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;terhadap hak-hak asasi manusia itu sangat penting dan bahkan diang­gap merupakan salah satu ciri pokok dianutnya prinsip negara hukum di suatu negara. Namun di samping hak-hak asasi manusia, harus pula dipa­hami bahwa setiap orang memiliki kewajiban dan tanggung­jawab yang juga bersifat asasi. Setiap orang, selama hidup­nya sejak sebe­lum kelahiran, memiliki hak dan kewajiban yang hakiki seba­gai manusia. Pembentukan negara dan pemerin­tahan, untuk alas­­an apapun, tidak boleh menghilangkan prinsip hak dan kewa­jiban yang disandang oleh setiap ma­nu­sia. Karena itu, jaminan hak dan kewajiban itu tidak diten­tukan oleh kedu­dukan orang sebagai warga suatu negara. Setiap orang di ma­na­pun ia berada harus dija­min hak-hak dasarnya. Pada saat yang bersamaan, setiap orang di manapun ia berada, juga wajib menjunjung tinggi hak-hak asasi orang lain sebagai­mana mestinya. Keseim­bangan kesadaran akan ada­nya hak dan kewajiban asasi ini merupakan ciri penting pan­dangan dasar bangsa Indonesia mengenai manusia dan kemanusiaan yang adil dan beradab.&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 34pt; line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;Bangsa Indonesia memahami bahwa &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;xe "The Universal Declaration of Human Rights"&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;The Universal Declaration of Human Rights&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt; yang dicetuskan pada tahun 1948 merupakan per­nyataan umat manusia yang mengan­dung nilai-nilai universal yang wajib dihormati. Bersamaan dengan itu, bangsa Indonesia juga memandang bahwa &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;xe "The Universal Declaration of Human Responsibility"&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;The Universal Declaration of Human Responsibility&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt; yang dicetuskan oleh Inter-Action Council pada tahun 1997 juga mengandung nilai universal yang wajib dijunjung tinggi un­tuk &lt;i&gt;melengkapi The Universal Declaration of Human Rights&lt;/i&gt; tersebut. Kesa­daran umum mengenai hak-hak dan kewajiban asasi manusia itu menjiwai keseluruhan sistem hukum dan konstitusi Indonesia, dan karena itu, perlu di­adop­sikan ke dalam rumusan Undang-Un­dang Dasar atas dasar pengertian-pengertian dasar yang dikem­bangkan sen­diri oleh bangsa Indonesia. Karena itu, perumusannya dalam Undang-Undang Dasar ini mencakup warisan-warisan pemi­kiran mengenai hak asasi manusia di masa lalu dan menca­kup pula pemi­kiran-pemikiran yang masih terus akan ber­kem­bang di masa-masa yang akan datang.&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="post-authorvcard"&gt;Diposting oleh &lt;/span&gt;&lt;span class="fn"&gt;athika&lt;/span&gt;&lt;span class="post-authorvcard"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="post-timestamp"&gt;di &lt;a href="http://athika-unindra-bio2a.blogspot.com/2008/07/nilai-kemanusian-yang-adil-demokrasi.html" title="permanent link"&gt;&lt;abbr class="published" title="2008-07-25T19:53:00-07:00"&gt;19:53&lt;/abbr&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="post-comment-link"&gt;&lt;a href="comment.g?blogID=4717007722296673506&amp;amp;postID=3223626755679622694"&gt;0 komentar&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="item-controlblog-adminpid-622679821"&gt;&lt;a href="post-edit.g?blogID=4717007722296673506&amp;amp;postID=3223626755679622694" title="Edit Posting"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" alt="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4717007722296673506&amp;amp;postID=3223626755679622694" title="&amp;quot;Edit Posting&amp;quot;" style="'width:13.5pt;height:13.5pt'" button="t"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Jeruk01\LOCALS~1\Temp\msohtml1\10\clip_image001.gif" href="http://www.blogger.com/img/icon18_edit_allbkg.gif"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Jeruk01/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/10/clip_image001.gif" class="icon-action" shapes="_x0000_i1025" border="0" height="18" width="18" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;script type="text/javascript" src="widgets/1980098066-widgets.js"&gt; &lt;/script&gt;&lt;!-- end content-wrapper --&gt;&lt;!-- end outer-wrapper --&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt; _WidgetManager._Init('http://www.blogger.com/rearrange?blogID=4717007722296673506', 'http://athika-unindra-bio2a.blogspot.com/','4717007722296673506'); _WidgetManager._SetPageActionUrl('http://www.blogger.com/display?blogID=4717007722296673506', 'izSg_Bmj_pnk_LmulUE5mFysqq4:1217041280047'); _WidgetManager._SetDataContext([{'name': 'blog', 'data': {'title': 'PENGANTAR PENDIDIKAN', 'pageType': 'index', 'url': 'http://athika-unindra-bio2a.blogspot.com/', 'homepageUrl': 'http://athika-unindra-bio2a.blogspot.com/', 'pageName': '', 'pageTitle': 'PENGANTAR PENDIDIKAN', 'encoding': 'UTF-8', 'isPrivate': false, 'languageDirection': 'ltr', 'feedLinks': '\74link rel\75\42alternate\42 type\75\42application/atom+xml\42 title\75\42PENGANTAR PENDIDIKAN - Atom\42 href\75\42http://athika-unindra-bio2a.blogspot.com/feeds/posts/default\42 /\76\n\74link rel\75\42alternate\42 type\75\42application/rss+xml\42 title\75\42PENGANTAR PENDIDIKAN - RSS\42 href\75\42http://athika-unindra-bio2a.blogspot.com/feeds/posts/default?alt\75rss\42 /\76\n\74link rel\75\42service.post\42 type\75\42application/atom+xml\42 title\75\42PENGANTAR PENDIDIKAN - Atom\42 href\75\42http://www.blogger.com/feeds/4717007722296673506/posts/default\42 /\76\n\74link rel\75\42EditURI\42 type\75\42application/rsd+xml\42 title\75\42RSD\42 href\75\42http://www.blogger.com/rsd.g?blogID\0754717007722296673506\42 /\076', 'meTag': '\74link rel\75\42me\42 href\75\42http://www.blogger.com/profile/00907222227004076165\42 /\76\n', 'openIdOpTag': '\74link rel\75\42openid.server\42 href\75\42http://www.blogger.com/openid-server.g\42 /\76\n'}}]); _WidgetManager._SetSystemMarkup({'layout': {'varName': '', 'template': '\74div class\75\47widget-wrap1\47\76\n\74div class\75\47widget-wrap2\47\76\n\74div class\75\47widget-wrap3\47\76\n\74div class\75\47widget-content\47\76\n\74div class\75\47layout-title\47\76\74data:layout-title\76\74/data:layout-title\76\74/div\76\n\74a class\75\47editlink\47 expr:href\75\47data:widget.quickEditUrl\47 expr:onclick\75\47\46quot;return _WidgetManager._PopupConfig(document.getElementById(\\\46quot;\46quot; +       data:widget.instanceId + \46quot;\\\46quot;));\46quot;\47 target\75\47chooseWidget\47\76\74data:edit-link\76\74/data:edit-link\76\74/a\76\n\74/div\76\n\74/div\76\n\74/div\76\n\74/div\076'}, 'quickedit': {'varName': '', 'template': '\74div class\75\47clear\47\76\74/div\76\n\74span class\75\47widget-item-control\47\76\n\74span class\75\47item-control blog-admin\47\76\n\74a class\75\47quickedit\47 expr:href\75\47data:widget.quickEditUrl\47 expr:onclick\75\47\46quot;return _WidgetManager._PopupConfig(document.getElementById(\\\46quot;\46quot; +       data:widget.instanceId + \46quot;\\\46quot;));\46quot;\47 expr:target\75\47\46quot;config\46quot; + data:widget.instanceId\47 expr:title\75\47data:edit-link\47\76\n\74img alt\75\47\47 src\75\47http://img1.blogblog.com/img/icon18_wrench_allbkg.png\47/\76\n\74/a\76\n\74/span\76\n\74/span\76\n\74div class\75\47clear\47\76\74/div\076'}, 'all-head-content': {'varName': 'page', 'template': '\74meta expr:content\75\47\46quot;text/html; charset\75\46quot; + data:page.encoding\47 http-equiv\75\47Content-Type\47/\76\n\74meta content\75\47true\47 name\75\47MSSmartTagsPreventParsing\47/\76\n\74meta content\75\47blogger\47 name\75\47generator\47/\76\n\74data:blog.feedLinks\76\74/data:blog.feedLinks\76\n\74data:blog.meTag\76\74/data:blog.meTag\76\n\74data:blog.openIdOpTag\76\74/data:blog.openIdOpTag\76\n\74b:if cond\75\47data:page.isPrivate\47\76\n\74meta content\75\47NOINDEX,NOFOLLOW\47 name\75\47robots\47/\76\n\74/b:if\076'}}); _WidgetManager._RegisterWidget('_BlogArchiveView', new _WidgetInfo('BlogArchive1', 'sidebar',{'main': {'varName': '', 'template': '\74b:if cond\75\47data:title\47\76\n\74h2\76\74data:title\76\74/data:title\76\74/h2\76\n\74/b:if\76\n\74div class\75\47widget-content\47\76\n\74div id\75\47ArchiveList\47\76\n\74div expr:id\75\47data:widget.instanceId + \46quot;_ArchiveList\46quot;\47\76\n\74b:if cond\75\47data:style \75\75 \46quot;HIERARCHY\46quot;\47\76\n\74b:include data\75\47data\47 name\75\47interval\47\76\74/b:include\76\n\74/b:if\76\n\74b:if cond\75\47data:style \75\75 \46quot;FLAT\46quot;\47\76\n\74b:include data\75\47data\47 name\75\47flat\47\76\74/b:include\76\n\74/b:if\76\n\74b:if cond\75\47data:style \75\75 \46quot;MENU\46quot;\47\76\n\74b:include data\75\47data\47 name\75\47menu\47\76\74/b:include\76\n\74/b:if\76\n\74/div\76\n\74/div\76\n\74b:include name\75\47quickedit\47\76\74/b:include\76\n\74/div\076'}, 'flat': {'varName': 'data', 'template': '\74ul\76\n\74b:loop values\75\47data:data\47 var\75\47i\47\76\n\74li class\75\47archivedate\47\76\n\74a expr:href\75\47data:i.url\47\76\74data:i.name\76\74/data:i.name\76\74/a\76 (\74data:i.post-count\76\74/data:i.post-count\76)\n      \74/li\76\n\74/b:loop\76\n\74/ul\076'}, 'menu': {'varName': 'data', 'template': '\74select expr:id\75\47data:widget.instanceId + \46quot;_ArchiveMenu\46quot;\47\76\n\74option value\75\47\47\76\74data:title\76\74/data:title\76\74/option\76\n\74b:loop values\75\47data:data\47 var\75\47i\47\76\n\74option expr:value\75\47data:i.url\47\76\74data:i.name\76\74/data:i.name\76 (\74data:i.post-count\76\74/data:i.post-count\76)\74/option\76\n\74/b:loop\76\n\74/select\076'}, 'interval': {'varName': 'intervalData', 'template': '\74b:loop values\75\47data:intervalData\47 var\75\47i\47\76\n\74ul\76\n\74li expr:class\75\47\46quot;archivedate \46quot; + data:i.expclass\47\76\n\74b:include data\75\47i\47 name\75\47toggle\47\76\74/b:include\76\n\74a class\75\47post-count-link\47 expr:href\75\47data:i.url\47\76\74data:i.name\76\74/data:i.name\76\74/a\76\n\74span class\75\47post-count\47 dir\75\47ltr\47\76(\74data:i.post-count\76\74/data:i.post-count\76)\74/span\76\n\74b:if cond\75\47data:i.data\47\76\n\74b:include data\75\47i.data\47 name\75\47interval\47\76\74/b:include\76\n\74/b:if\76\n\74b:if cond\75\47data:i.posts\47\76\n\74b:include data\75\47i.posts\47 name\75\47posts\47\76\74/b:include\76\n\74/b:if\76\n\74/li\76\n\74/ul\76\n\74/b:loop\076'}, 'toggle': {'varName': 'interval', 'template': '\74b:if cond\75\47data:interval.toggleId\47\76\n\74b:if cond\75\47data:interval.expclass \75\75 \46quot;expanded\46quot;\47\76\n\74a class\75\47toggle\47 expr:href\75\47data:widget.actionUrl + \46quot;\46amp;action\75toggle\46quot; +       \46quot;\46amp;dir\75close\46amp;toggle\75\46quot; + data:interval.toggleId +       \46quot;\46amp;toggleopen\75\46quot; + data:toggleopen\47\76\n\74span class\75\47zippy toggle-open\47\76\46#9660; \74/span\76\n\74/a\76\n\74b:else\76\74/b:else\76\n\74a class\75\47toggle\47 expr:href\75\47data:widget.actionUrl + \46quot;\46amp;action\75toggle\46quot; +         \46quot;\46amp;dir\75open\46amp;toggle\75\46quot; + data:interval.toggleId +         \46quot;\46amp;toggleopen\75\46quot; + data:toggleopen\47\76\n\74span class\75\47zippy\47\76\n\74b:if cond\75\47data:blog.languageDirection \75\75 \46quot;rtl\46quot;\47\76\n              \46#9668;\n            \74b:else\76\74/b:else\76\n              \46#9658;\n            \74/b:if\76\n\74/span\76\n\74/a\76\n\74/b:if\76\n\74/b:if\076'}, 'posts': {'varName': 'posts', 'template': '\74ul class\75\47posts\47\76\n\74b:loop values\75\47data:posts\47 var\75\47i\47\76\n\74li\76\74a expr:href\75\47data:i.url\47\76\74data:i.title\76\74/data:i.title\76\74/a\76\74/li\76\n\74/b:loop\76\n\74/ul\076'}}, document.getElementById('BlogArchive1'), {'languageDirection': 'ltr'}, 'displayModeFull')); _WidgetManager._RegisterWidget('_ProfileView', new _WidgetInfo('Profile1', 'sidebar',{'main': {'varName': '', 'template': '\74b:if cond\75\47data:title !\75 \46quot;\46quot;\47\76\n\74h2\76\74data:title\76\74/data:title\76\74/h2\76\n\74/b:if\76\n\74div class\75\47widget-content\47\76\n\74b:if cond\75\47data:team \75\75 \46quot;true\46quot;\47\76\n\74ul\76\n\74b:loop values\75\47data:authors\47 var\75\47i\47\76\n\74li\76\74a expr:href\75\47data:i.userUrl\47\76\74data:i.display-name\76\74/data:i.display-name\76\74/a\76\74/li\76\n\74/b:loop\76\n\74/ul\76\n\74b:else\76\74/b:else\76\n\74b:if cond\75\47data:photo.url !\75 \46quot;\46quot;\47\76\n\74a expr:href\75\47data:userUrl\47\76\74img class\75\47profile-img\47 expr:alt\75\47data:photo.alt\47 expr:height\75\47data:photo.height\47 expr:src\75\47data:photo.url\47 expr:width\75\47data:photo.width\47/\76\74/a\76\n\74/b:if\76\n\74dl class\75\47profile-datablock\47\76\n\74dt class\75\47profile-data\47\76\74data:displayname\76\74/data:displayname\76\74/dt\76\n\74b:if cond\75\47data:showlocation \75\75 \46quot;true\46quot;\47\76\n\74dd class\75\47profile-data\47\76\74data:location\76\74/data:location\76\74/dd\76\n\74/b:if\76\n\74b:if cond\75\47data:aboutme !\75 \46quot;\46quot;\47\76\74dd class\75\47profile-textblock\47\76\74data:aboutme\76\74/data:aboutme\76\74/dd\76\74/b:if\76\n\74/dl\76\n\74a class\75\47profile-link\47 expr:href\75\47data:userUrl\47\76\74data:viewProfileMsg\76\74/data:viewProfileMsg\76\74/a\76\n\74/b:if\76\n\74b:include name\75\47quickedit\47\76\74/b:include\76\n\74/div\076'}}, document.getElementById('Profile1'), {}, 'displayModeFull')); _WidgetManager._RegisterWidget('_HeaderView', new _WidgetInfo('Header1', 'header')); _WidgetManager._RegisterWidget('_NavbarView', new _WidgetInfo('Navbar1', 'navbar')); _WidgetManager._RegisterWidget('_BlogView', new _WidgetInfo('Blog1', 'main')); &lt;/script&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7706598887125859047-7623283335153991970?l=athika-unindrabio2a.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://athika-unindrabio2a.blogspot.com/feeds/7623283335153991970/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7706598887125859047&amp;postID=7623283335153991970' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7706598887125859047/posts/default/7623283335153991970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7706598887125859047/posts/default/7623283335153991970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://athika-unindrabio2a.blogspot.com/2008/07/nilai-kemanusian-yang-adil-demokrasi.html' title='nilai kemanusian yang adil demokrasi dalam kehidupan sosial kemasyarakatan'/><author><name>athika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00907222227004076165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_31fHLqqApG0/R-IqcJb8X_I/AAAAAAAAAAM/trVpbFItK4o/S220/Photo(179).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7706598887125859047.post-3681499866237377510</id><published>2008-07-25T20:24:00.000-07:00</published><updated>2008-07-25T20:25:21.155-07:00</updated><title type='text'>Latar Belakang SK Biologi SMA/MA</title><content type='html'>&lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 0.0001pt 18.15pt; text-indent: -18.15pt;"&gt;&lt;b&gt;Standar Kompetensi - Kompetensi Dasar KurikulumTingkat Satuan Pendidikan (K T S P ) Mata Pelajaran Biologi untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) /Madrasah Aliyah (MA)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top: 5.95pt;"&gt;&lt;b&gt;A. Latar Belakang&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 0.0001pt 18.15pt;"&gt;Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan &lt;b&gt;cara mencari tahu (&lt;i&gt;inquiry&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt; tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya sebagai penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep atau prinsip-prinsip saja, tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pendidikan IPA di sekolah menengah diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan IPA menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar peserta didik menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pendidikan IPA diarahkan untuk mencari tahu dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang dirinya sendiri dan alam sekitar.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 0.0001pt 18.15pt;"&gt;Biologi sebagai salah satu bidang IPA menyediakan berbagai pengalaman belajar untuk memahami konsep dan proses sains. Keterampilan proses ini meliputi keterampilan mengamati, mengajukan hipotesis, menggunakan alat dan bahan secara baik dan benar dengan selalu mempertimbangkan keamanan dan keselamatan kerja, mengajukan pertanyaan, menggolongkan dan menafsirkan data, serta mengkomunikasikan hasil temuan secara lisan atau tertulis, menggali dan memilah informasi faktual yang relevan untuk menguji gagasan-gagasan atau memecahkan masalah sehari-hari.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 0.0001pt 18.15pt;"&gt;Mata pelajaran &lt;b&gt;Biologi dikembangkan melalui kemampuan berpikir analitis, induktif, dan deduktif&lt;/b&gt; untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan peristiwa alam sekitar. Penyelesaian masalah yang bersifat kualitatif dan kuantitatif dilakukan dengan menggunakan pemahaman dalam bidang matematika, fisika, kimia dan pengetahuan pendukung lainnya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top: 5.95pt;"&gt;&lt;b&gt;B. Tujuan &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 0.0001pt 18.15pt;"&gt;Mata pelajaran Biologi bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut:&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Membentuk sikap positif terhadap biologi dengan menyadari keteraturan dan keindahan alam serta mengagungkan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Memupuk sikap ilmiah yaitu jujur, objektif, terbuka, ulet, kritis dan dapat bekerjasama dengan orang lain&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Mengembangkan pengalaman untuk dapat mengajukan dan menguji hipotesis melalui percobaan, serta mengkomunikasikan hasil percobaan secara lisan dan tertulis&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Mengembangkan kemampuan berpikir analitis, induktif, dan deduktif dengan menggunakan konsep dan prinsip biologi &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Mengembangkan penguasaan konsep dan prinsip biologi dan saling keterkaitannya dengan IPA lainnya serta mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap percaya diri&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Menerapkan konsep dan prinsip biologi untuk menghasilkan karya teknologi sederhana yang berkaitan dengan kebutuhan manusia&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Meningkatkan kesadaran dan berperan serta dalam menjaga kelestarian lingkungan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top: 5.95pt;"&gt;&lt;b&gt;C. Ruang&lt;/b&gt; &lt;b&gt;Lingkup &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 0.0001pt 18.15pt;"&gt;Mata pelajaran Biologi di SMA / MA merupakan kelanjutan IPA di SMP/MTs yang menekankan pada fenomena alam dan penerapannya yang meliputi aspek-aspek sebagai berikut.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Hakikat biologi, keanekaragaman hayati dan pengelompokan makhluk hidup, hubungan antarkomponen ekosistem, perubahan materi dan energi, peranan manusia dalam keseimbangan ekosistem&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Organisasi seluler, struktur jaringan, struktur dan fungsi organ tumbuhan, hewan dan manusia serta penerapannya dalam konteks sains, lingkungan, teknologi dan masyarakat&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Proses yang terjadi pada tumbuhan, proses metabolisme, hereditas, evolusi, bioteknologi dan implikasinya pada sains, lingkungan, teknologi dan masyarakat. &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;a href="http://aansma11.blogspot.com/2007/06/ktsp-biologi-smama.html"&gt;Sumber: http://aansma11.blogspot.com/2007/06/ktsp-biologi-smama.html&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h3&gt;&lt;a href="http://setia-unindra-bio2b.blogspot.com/2008/06/sk-dan-kd-biologi-smama.html"&gt;SK dan KD Biologi SMA/MA..&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Biologi SMA/MA&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;Kelas X, Semester 1 &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="width: 96%;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" width="96%"&gt;  &lt;thead&gt;   &lt;tr style=""&gt;    &lt;td style="padding: 1.5pt; width: 43%;" valign="top" width="43%"&gt;    &lt;div style="border: 1pt solid black; padding: 1pt 5pt;"&gt;    &lt;p style="border: medium none ; padding: 0cm; margin-top: 5.95pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;Standar    Kompetensi&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td style="padding: 1.5pt; width: 57%;" valign="top" width="57%"&gt;    &lt;div style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 1pt 5pt 1pt 0cm;"&gt;    &lt;p style="border: medium none ; padding: 0cm; margin-top: 5.95pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;Kompetensi Dasar&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;  &lt;/thead&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 1.5pt; width: 43%;" valign="top" width="43%"&gt;   &lt;div style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5pt 1pt;"&gt;   &lt;p style="border: medium none ; margin: 5.95pt 0cm 5pt 9.35pt; padding: 0cm; text-indent: -9.35pt;"&gt;1. Memahami hakikat   Biologi sebagai ilmu &lt;/p&gt;   &lt;/div&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 1.5pt; width: 57%;" valign="top" width="57%"&gt;   &lt;p style="margin: 9.05pt 0cm 5pt 24.1pt; text-indent: -24.1pt;"&gt;1.1 Mengidentifikasi ruang lingkup Biologi &lt;/p&gt;   &lt;p style="margin: 9.05pt 0cm 5pt 24.1pt; text-indent: -24.1pt;"&gt;1.2 Mendeskripsikan objek dan permasalahan   biologi pada berbagai tingkat organisasi kehidupan (molekul, sel, jaringan,   organ, individu, populasi, ekosistem, dan bioma)&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 1.5pt; width: 43%;" valign="top" width="43%"&gt;   &lt;div style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5pt 1pt;"&gt;   &lt;p style="border: medium none ; margin: 5.95pt 0cm 5pt 9.35pt; padding: 0cm; text-indent: -9.35pt;"&gt;2. Memahami prinsip-prinsip   pengelompokan makhluk hidup &lt;/p&gt;   &lt;/div&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 1.5pt; width: 57%;" valign="top" width="57%"&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 24.1pt; text-indent: -24.1pt;"&gt;2.1 Mendeskripsikan ciri-ciri, replikasi, dan   peran virus dalam kehidupan&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 24.1pt; text-indent: -24.1pt;"&gt;2.2 Mendeskripsikan ciri-ciri Archaeobacteria dan   Eubacteria dan peranannya bagi kehidupan&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 24.1pt; text-indent: -24.1pt;"&gt;2.3 Menyajikan ciri-ciri umum filum dalam kingdom   Protista, dan peranannya bagi kehidupan&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 24.1pt; text-indent: -24.1pt;"&gt;2.4 Mendeskripsikan ciri-ciri dan jenis-jenis   jamur berdasarkan hasil pengamatan, percobaan, dan kajian literatur serta   peranannya bagi kehidupan&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;Kelas X, Semester 2 &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="width: 96%;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" width="96%"&gt;  &lt;thead&gt;   &lt;tr style=""&gt;    &lt;td style="padding: 1.5pt; width: 43%;" valign="top" width="43%"&gt;    &lt;div style="border: 1pt solid black; padding: 1pt 5pt;"&gt;    &lt;p style="border: medium none ; padding: 0cm; margin-top: 5.95pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;Standar    Kompetensi&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td style="padding: 1.5pt; width: 57%;" valign="top" width="57%"&gt;    &lt;div style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 1pt 5pt 1pt 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: 10.2pt;"&gt;    &lt;p style="border: medium none ; padding: 0cm; margin-top: 5.95pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;Kompetensi Dasar&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;  &lt;/thead&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td rowspan="2" style="padding: 1.5pt; width: 43%;" valign="top" width="43%"&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 18.15pt; text-indent: -18.15pt;"&gt;3. Memahami manfaat keanekaragaman hayati&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 1.5pt; width: 57%;" valign="top" width="57%"&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 20.15pt; text-indent: -20.15pt;"&gt;3.1 Mendeskripsikan konsep keanekaragaman gen,   jenis, ekosistem, melalui kegiatan pengamatan &lt;/p&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 20.15pt; text-indent: -20.15pt;"&gt;3.2 Mengkomunikasikan keanekaragaman hayati &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;,   dan usaha pelestarian serta pemanfaatan sumber daya alam&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 10.2pt 5pt 20.15pt; text-indent: -20.15pt;"&gt;3.3 Mendeskripsikan ciri-ciri   Divisio dalam Dunia Tumbuhan dan peranannya bagi kelangsungan hidup di bumi&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 20.15pt; text-indent: -20.15pt;"&gt;3.4 Mendeskripsikan ciri-ciri Filum dalam Dunia   Hewan dan peranannya bagi kehidupan&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 1.5pt; width: 57%;" valign="top" width="57%"&gt;   &lt;p style="margin: 5pt 10.2pt 5pt 20.15pt; text-indent: -20.15pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 1.5pt; width: 43%;" valign="top" width="43%"&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 18.15pt; text-indent: -18.15pt;"&gt;4. Menganalisis hubungan antara komponen   ekosistem, perubahan materi dan energi serta peranan manusia dalam   keseimbangan ekosistem&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 1.5pt; width: 57%;" valign="top" width="57%"&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 20.15pt; text-indent: -20.15pt;"&gt;4.1 Mendeskripsikan peran komponen ekosistem   dalam aliran energi dan daur biogeokimia serta pemanfaatan komponen ekosistem   bagi kehidupan&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 20.15pt; text-indent: -20.15pt;"&gt;4.2 Menjelaskan keterkaitan antara kegiatan   manusia dengan masalah perusakan/pencemaran lingkungan dan pelestarian   lingkungan&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 20.15pt; text-indent: -20.15pt;"&gt;4.3 Menganalisis jenis-jenis limbah dan daur   ulang limbah&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 21pt; text-indent: -21pt;"&gt;4.4 Membuat produk daur ulang limbah &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;Kelas XI, Semester 1&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="width: 95%;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" width="95%"&gt;  &lt;thead&gt;   &lt;tr style=""&gt;    &lt;td style="padding: 1.5pt; width: 42%;" valign="top" width="42%"&gt;    &lt;div style="border: 1pt solid black; padding: 1pt 5pt;"&gt;    &lt;p style="border: medium none ; padding: 0cm; margin-top: 5.95pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;Standar    Kompetensi&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td style="padding: 1.5pt; width: 58%;" valign="top" width="58%"&gt;    &lt;div style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 1pt 5pt 1pt 0cm;"&gt;    &lt;p style="border: medium none ; padding: 0cm; margin-top: 5.95pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;Kompetensi Dasar&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;  &lt;/thead&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 1.5pt; width: 42%;" valign="top" width="42%"&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 18.15pt; text-indent: -18.15pt;"&gt;1. Memahami struktur dan fungsi sel sebagai   unit terkecil kehidupan&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 1.5pt; width: 58%;" valign="top" width="58%"&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 22.1pt; text-indent: -22.1pt;"&gt;1.1 Mendeskripsikan komponen kimiawi sel,   struktur dan fungsi sel sebagai unit terkecil kehidupan&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 22.1pt; text-indent: -22.1pt;"&gt;1.2 Mengidentifikasi organela sel tumbuhan dan   hewan&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 22.1pt; text-indent: -22.1pt;"&gt;1.3 Membandingkan mekanisme transpor pada membran   (difusi, osmosis, transport aktif, endositosis, eksositosis)&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 1.5pt; width: 42%;" valign="top" width="42%"&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 18.15pt; text-indent: -18.15pt;"&gt;2. Memahami keterkaitan antara struktur dan   fungsi jaringan tumbuhan dan hewan, serta penerapannya dalam konteks   Salingtemas&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 1.5pt; width: 58%;" valign="top" width="58%"&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 22.1pt; text-indent: -22.1pt;"&gt;2.1 Mengidentifikasi struktur jaringan tumbuhan   dan mengaitkannya dengan fungsinya, menjelaskan sifat totipotensi sebagai   dasar kultur jaringan&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 22.1pt; text-indent: -22.1pt;"&gt;2.2 Mendeskripsikan struktur jaringan hewan   Vertebrata dan mengaitkannya dengan fungsinya&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 1.5pt; width: 42%;" valign="top" width="42%"&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 18.15pt; text-indent: -18.15pt;"&gt;3. Menjelaskan struktur dan fungsi organ   manusia dan hewan tertentu, kelainan/penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya   pada Salingtemas&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 1.5pt; width: 58%;" valign="top" width="58%"&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 22.1pt; text-indent: -22.1pt;"&gt;3.1 Menjelaskan keterkaitan antara struktur,   fungsi, dan proses serta kelainan/penyakit yang dapat terjadi pada sistem   gerak pada manusia&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 22.1pt; text-indent: -22.1pt;"&gt;3.2 Menjelaskan keterkaitan antara struktur,   fungsi, dan proses serta kelainan/penyakit yang dapat terjadi pada sistem   peredaran darah&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;Kelas XI, Semester 2 &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="width: 95%;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" width="95%"&gt;  &lt;thead&gt;   &lt;tr style=""&gt;    &lt;td style="padding: 1.5pt; width: 42%;" valign="top" width="42%"&gt;    &lt;div style="border: 1pt solid black; padding: 1pt 5pt;"&gt;    &lt;p style="border: medium none ; padding: 0cm; margin-top: 5.95pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;Standar    Kompetensi&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td style="padding: 1.5pt; width: 58%;" valign="top" width="58%"&gt;    &lt;div style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 1pt 5pt 1pt 0cm; margin-left: 3.7pt; margin-right: 0cm;"&gt;    &lt;p style="border: medium none ; margin: 5.95pt 0cm 5pt 18.15pt; padding: 0cm; text-align: center; text-indent: -18.15pt;" align="center"&gt;&lt;b&gt;Kompetensi Dasar&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;  &lt;/thead&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 1.5pt; width: 42%;" valign="top" width="42%"&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 18.15pt; text-indent: -18.15pt;"&gt;3. Menjelaskan struktur dan fungsi organ   manusia dan hewan tertentu, kelainan dan/atau penyakit yang mungkin terjadi   serta implikasinya pada Salingtemas&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 1.5pt; width: 58%;" valign="top" width="58%"&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 21.85pt; text-indent: -21.55pt;"&gt;3.3 Menjelaskan keterkaitan antara struktur,   fungsi, dan proses serta kelainan/penyakit yang dapat terjadi pada sistem   pencernaan makanan pada manusia dan hewan (misalnya ruminansia) &lt;/p&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 21.85pt; text-indent: -21.55pt;"&gt;3.4 Menjelaskan keterkaitan antara struktur,   fungsi, dan proses serta kelainan/penyakit yang dapat terjadi pada sistem   pernapasan pada manusia dan hewan (misalnya burung) &lt;/p&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 21.85pt; text-indent: -21.55pt;"&gt;3.5 Menjelaskan keterkaitan antara struktur,   fungsi, dan proses serta kelainan/penyakit yang dapat terjadi pada sistem   ekskresi pada manusia dan hewan (misalnya pada ikan dan serangga)&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 21.85pt; text-indent: -21.55pt;"&gt;3.6 Menjelaskan keterkaitan antara struktur,   fungsi, dan proses serta kelainan/penyakit yang dapat terjadi pada sistem   regulasi manusia (saraf, endokrin, dan penginderaan)&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 21.85pt; text-indent: -21.55pt;"&gt;3.7 Menjelaskan keterkaitan antara struktur,   fungsi, dan proses yang meliputi pembentukan sel kelamin, ovulasi,   menstruasi, fertilisasi, kehamilan, dan pemberian ASI, serta   kelainan/penyakit yang dapat terjadi pada sistem reproduksi manusia&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 21.85pt; text-indent: -21.55pt;"&gt;3.8 Menjelaskan mekanisme pertahanan tubuh   terhadap benda asing berupa antigen dan bibit penyakit &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;Kelas XII, Semester 1 &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="width: 96%;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" width="96%"&gt;  &lt;thead&gt;   &lt;tr style=""&gt;    &lt;td style="padding: 1.5pt; width: 42%;" valign="top" width="42%"&gt;    &lt;div style="border: 1pt solid black; padding: 1pt 5pt;"&gt;    &lt;p style="border: medium none ; padding: 0cm; margin-top: 5.95pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;Standar    Kompetensi&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td style="padding: 1.5pt; width: 58%;" valign="top" width="58%"&gt;    &lt;div style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 1pt 5pt 1pt 0cm;"&gt;    &lt;p style="border: medium none ; padding: 0cm; margin-top: 5.95pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;Kompetensi Dasar&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;  &lt;/thead&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 1.5pt; width: 42%;" valign="top" width="42%"&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 18.15pt; text-indent: -18.15pt;"&gt;1. Melakukan percobaan pertumbuhan dan   perkembangan pada tumbuhan &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 1.5pt; width: 58%;" valign="top" width="58%"&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 23.55pt; text-indent: -22.1pt;"&gt;1.1 Merencanakan percobaan pengaruh faktor luar   terhadap pertumbuhan tumbuhan&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 23.55pt; text-indent: -22.1pt;"&gt;1.2 Melaksanakan percobaan pengaruh faktor luar   terhadap pertumbuhan tumbuhan &lt;/p&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 23.55pt; text-indent: -22.1pt;"&gt;1.1 Mengkomunikasikan hasil percobaan pengaruh   faktor luar terhadap pertumbuhan tumbuhan &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 1.5pt; width: 42%;" valign="top" width="42%"&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 18.15pt; text-indent: -18.15pt;"&gt;2. Memahami pentingnya proses metabolisme pada   organisme&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 1.5pt; width: 58%;" valign="top" width="58%"&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 23.55pt; text-indent: -22.1pt;"&gt;2.1 Mendeskripsikan fungsi enzim dalam proses metabolisme&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 23.55pt; text-indent: -22.1pt;"&gt;2.2 Mendeskripsikan proses katabolisme dan   anabolisme karbohidrat&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 23.55pt; text-indent: -22.1pt;"&gt;2.3 Menjelaskan keterkaitan antara proses   metabolisme karbohidrat dengan metabolisme lemak dan protein &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 1.5pt; width: 42%;" valign="top" width="42%"&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 18.15pt; text-indent: -18.15pt;"&gt;3. Memahami penerapan konsep dasar dan   prinsip-prinsip hereditas serta implikasinya pada Salingtemas&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 1.5pt; width: 58%;" valign="top" width="58%"&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 23.55pt; text-indent: -22.1pt;"&gt;3.1 Menjelaskan konsep gen, DNA, dan kromosom&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 23.55pt; text-indent: -22.1pt;"&gt;3.2 Menjelaskan hubungan gen   (DNA)-RNA-polipeptida dan proses sintesis protein&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 23.55pt; text-indent: -22.1pt;"&gt;3.3 Menjelaskan keterkaitan antara proses   pembelahan mitosis dan meiosis dengan pewarisan sifat&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 23.55pt; text-indent: -22.1pt;"&gt;3.4 Menerapkan prinsip hereditas dalam mekanisme   pewarisan sifat&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 23.55pt; text-indent: -22.1pt;"&gt;3.5 Menjelaskan peristiwa mutasi dan   implikasinya dalam Salingtemas&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;Kelas XII, Semester 2 &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="width: 96%;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" width="96%"&gt;  &lt;thead&gt;   &lt;tr style=""&gt;    &lt;td style="padding: 1.5pt; width: 42%;" valign="top" width="42%"&gt;    &lt;div style="border: 1pt solid black; padding: 1pt 5pt;"&gt;    &lt;p style="border: medium none ; padding: 0cm; margin-top: 5.95pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;Standar    Kompetensi&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td style="padding: 1.5pt; width: 58%;" valign="top" width="58%"&gt;    &lt;div style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 1pt 5pt 1pt 0cm;"&gt;    &lt;p style="border: medium none ; padding: 0cm; margin-top: 5.95pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;Kompetensi Dasar&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;  &lt;/thead&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 1.5pt; width: 42%;" valign="top" width="42%"&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 18.15pt; text-indent: -18.15pt;"&gt;4. Memahami teori evolusi serta implikasinya   pada Salingtemas&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 1.5pt; width: 58%;" valign="top" width="58%"&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 21.55pt; text-indent: -21.55pt;"&gt;4.1 Menjelaskan teori, prinsip, dan mekanisme   evolusi biologi&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 21.55pt; text-indent: -21.55pt;"&gt;4.2 Mengkomunikasikan hasil studi evolusi   biologi&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 21.55pt; text-indent: -21.55pt;"&gt;4.3 Mendeskripsikan kecenderungan baru tentang   teori evolusi &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 1.5pt; width: 42%;" valign="top" width="42%"&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 18.15pt; text-indent: -18.15pt;"&gt;5. Memahami prinsip-prinsip dasar bioteknologi   serta implikasinya pada Salingtemas&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 1.5pt; width: 58%;" valign="top" width="58%"&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 21.55pt; text-indent: -21.55pt;"&gt;5.1 Menjelaskan arti, prinsip dasar, dan   jenis-jenis bioteknologi &lt;/p&gt;   &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 5pt 21.55pt; text-indent: -21.55pt;"&gt;5.2 Menjelaskan dan menganalisis peran   bioteknologi serta implikasi hasil-hasil bioteknologi pada Salingtemas&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top: 5.95pt;"&gt;&lt;b&gt;E. Arah Pengembangan&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5.95pt 0cm 0.0001pt 18.15pt;"&gt;&lt;b&gt;Standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian&lt;/b&gt;. Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu memperhatikan Standar Proses dan Standar Penilaian.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;a href="http://aansma11.blogspot.com/2007/06/ktsp-biologi-smama.html"&gt;Sumber: http://aansma11.blogspot.com/2007/06/ktsp-biologi-smama.html&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;    &lt;h1 style="margin: 0cm -27.55pt 0.0001pt -28.05pt;"&gt;P&lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;div align="center"&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="width: 523.6pt; border-collapse: collapse;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="698"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style="height: 33.15pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: double solid solid double; border-color: windowtext; border-width: 1.5pt 1pt 1pt 1.5pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(217, 217, 217) none repeat scroll 0% 50%; width: 41.5pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; height: 33.15pt;" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;No.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: double solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1.5pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(217, 217, 217) none repeat scroll 0% 50%; width: 122.85pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; height: 33.15pt;" width="164"&gt;   &lt;h2&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Materi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: double solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1.5pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(217, 217, 217) none repeat scroll 0% 50%; width: 256.4pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; height: 33.15pt;" width="342"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Kompetensi yang Diujikan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: double double solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1.5pt 1.5pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(217, 217, 217) none repeat scroll 0% 50%; width: 102.85pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; height: 33.15pt;" width="137"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Bentuk Penilaian&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid double; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt 1.5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;1&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 122.85pt;" valign="top" width="164"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Keanekaragaman   hayati&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 256.4pt;" valign="top" width="342"&gt;   &lt;p class="a"&gt;- Mampu menentukan variasi pada tingkat yang berbeda dan   mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan sistem tertentu &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none double solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 102.85pt;" valign="top" width="137"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Tes tertulis dan praktek&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid double; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt 1.5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;2&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 122.85pt;" valign="top" width="164"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Virus   dan monera &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 256.4pt;" valign="top" width="342"&gt;   &lt;p class="a"&gt;- Menjelaskan struktur tubuh, reproduksi maupun peranan virus dan   monera&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none double solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 102.85pt;" valign="top" width="137"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Tes tertulis&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid double; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt 1.5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;3&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 122.85pt;" valign="top" width="164"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Tumbuhan   ganggang, lumut dan tumbuhan paku&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 256.4pt;" valign="top" width="342"&gt;   &lt;p class="a"&gt;- Menentukan ciri, reproduksi dan peranan dari ganggang, lumut,   tumbuhan paku&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none double solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 102.85pt;" valign="top" width="137"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Tes tertulis&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid double; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt 1.5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;4&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 122.85pt;" valign="top" width="164"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Invertebrata&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 256.4pt;" valign="top" width="342"&gt;   &lt;p class="a"&gt;- Menjelaskan ciri, reproduksi dan peranan dari protozoa, porifera,   coelenterata, cacing, moluska dan ekinodermata &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none double solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 102.85pt;" valign="top" width="137"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Tes tertulis&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid double; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt 1.5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;5&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 122.85pt;" valign="top" width="164"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Jamur&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 256.4pt;" valign="top" width="342"&gt;   &lt;p class="a"&gt;- Menjelaskan ciri, reproduksi dan peranan dari zygomicotina,   ascomycotina, basidiomicotina dan deuteromicotina &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none double solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 102.85pt;" valign="top" width="137"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Tes tertulis&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid double; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt 1.5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;6&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 122.85pt;" valign="top" width="164"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Ekologi&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 256.4pt;" valign="top" width="342"&gt;   &lt;p class="a"&gt;- Memahami prinsip ekologi, interaksi antar komponen dari tingkat   individu sampai tingkat bioma dan perkembangan ekosistem&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none double solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1.5pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 102.85pt;" valign="top" width="137"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Tes tertulis&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid double; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt 1.5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;7&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 122.85pt;" valign="top" width="164"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Aksi   interaksi &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 256.4pt;" valign="top" width="342"&gt;   &lt;p class="a"&gt;- Menjelaskan prinsip dan pola interaksi yang melibatkan faktor   biotik, abiotik, rantai makanan, aliran energi dan siklus biogeokimia dalam   ekosistem&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none double solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1.5pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 102.85pt;" valign="top" width="137"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Tes tertulis&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid double; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt 1.5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;8&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 122.85pt;" valign="top" width="164"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Lingkungan   &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 256.4pt;" valign="top" width="342"&gt;   &lt;p class="a"&gt;- Menerapkan prinsip etika lingkungan untuk menjaga keseimbangan   lingkungan &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none double solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1.5pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 102.85pt;" valign="top" width="137"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Tes tertulis&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid double; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt 1.5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;9&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 122.85pt;" valign="top" width="164"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Pelestarian   sumber daya alam hayati&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 256.4pt;" valign="top" width="342"&gt;   &lt;p class="a"&gt;- Menjelaskan cara melestarikan sumber daya alam hayati&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none double solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1.5pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 102.85pt;" valign="top" width="137"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Tes tertulis&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid double; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt 1.5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;10&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 122.85pt;" valign="top" width="164"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Struktur   hewan &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 256.4pt;" valign="top" width="342"&gt;   &lt;p class="a"&gt;- Memahami struktur hewan dari jaringan, organ sampai sistem organ   &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none double solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1.5pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 102.85pt;" valign="top" width="137"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Tes tertulis&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid double; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt 1.5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;11&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 122.85pt;" valign="top" width="164"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Struktur   tumbuhan &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 256.4pt;" valign="top" width="342"&gt;   &lt;p class="a"&gt;- Memahami struktur fungsi jaringan tumbuhan dan mengkomunikasi   hasil pengamatan tentang jaringan dan organ &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none double solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1.5pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 102.85pt;" valign="top" width="137"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Tes tertulis&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid double; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt 1.5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;12&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 122.85pt;" valign="top" width="164"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Pertumbuhan   dan perkembangan &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 256.4pt;" valign="top" width="342"&gt;   &lt;p class="a"&gt;- Mampu menjelaskan proses pertumbuhan dan perkembangan disertai   faktor yang mempengaruhinya&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none double solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1.5pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 102.85pt;" valign="top" width="137"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Tes tertulis&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid double; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt 1.5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;13&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 122.85pt;" valign="top" width="164"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Gerak   pada tumbuhan &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 256.4pt;" valign="top" width="342"&gt;   &lt;p class="a"&gt;- Memahami berbagai macam gerak tumbuhan dan penyebabnya&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none double solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1.5pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 102.85pt;" valign="top" width="137"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Tes tertulis&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid double double; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1.5pt 1.5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;14&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid double none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1.5pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 122.85pt;" valign="top" width="164"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Mekanisme   gerak pada vertebrata&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid double none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 256.4pt;" valign="top" width="342"&gt;   &lt;p class="a"&gt;- Menjelaskan mekanisme gerak pada hewan vertebrata&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none double double none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1.5pt 1.5pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 102.85pt;" valign="top" width="137"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Tes tertulis&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div align="center"&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="width: 523.6pt; border-collapse: collapse;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="698"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style="height: 33.15pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: double solid solid double; border-color: windowtext; border-width: 1.5pt 1pt 1pt 1.5pt; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(217, 217, 217) none repeat scroll 0% 50%; width: 41.5pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; height: 33.15pt;" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;No.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: double solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1.5pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(217, 217, 217) none repeat scroll 0% 50%; width: 122.85pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; height: 33.15pt;" width="164"&gt;   &lt;h2&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Materi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: double solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1.5pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(217, 217, 217) none repeat scroll 0% 50%; width: 256.4pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; height: 33.15pt;" width="342"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Kompetensi yang Diujikan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: double double solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1.5pt 1.5pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; background: rgb(217, 217, 217) none repeat scroll 0% 50%; width: 102.85pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; height: 33.15pt;" width="137"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Bentuk Penilaian&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid double; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt 1.5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;15&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 122.85pt;" valign="top" width="164"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Transportasi   pada tumbuhan&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 256.4pt;" valign="top" width="342"&gt;   &lt;p class="a"&gt;- Memahami pengangkutan bahan pada tumbuhan melalui difusi,   osmosis dan transpor aktif &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none double solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1.5pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 102.85pt;" valign="top" width="137"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Tes tertulis&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid double; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt 1.5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;16&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 122.85pt;" valign="top" width="164"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Sistem   sirkulasi pada hewan dan manusia&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 256.4pt;" valign="top" width="342"&gt;   &lt;p class="a"&gt;- Memahami alat, proses dan sirkulasi pada manusia atau hewan,   serta kelainan pada sistem sirkulasi manusia&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none double solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1.5pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 102.85pt;" valign="top" width="137"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Tes tertulis&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid double; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt 1.5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;17&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 122.85pt;" valign="top" width="164"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Sistem   percernaan makanan&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 256.4pt;" valign="top" width="342"&gt;   &lt;p class="a"&gt;- Menjelaskan fungsi zat makanan dan proses pencernaan makanan   pada manusia dan hewan, serta gangguan pada sistem pencernaan manusia&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none double solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1.5pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 102.85pt;" valign="top" width="137"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Tes tertulis dan praktek&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid double; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt 1.5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;18&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 122.85pt;" valign="top" width="164"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Sistem   pernapasan&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 256.4pt;" valign="top" width="342"&gt;   &lt;p class="a"&gt;- Menjelaskan alat respirasi, proses dan gangguan pada sistem   respirasi&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none double solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1.5pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 102.85pt;" valign="top" width="137"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Tes tertulis&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid double; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt 1.5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;19&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 122.85pt;" valign="top" width="164"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Sistem   ekskresi &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 256.4pt;" valign="top" width="342"&gt;   &lt;p class="a"&gt;- Menjelaskan alat, proses, dan gangguan pada sistem ekskresi&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none double solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1.5pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 102.85pt;" valign="top" width="137"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Tes tertulis&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid double; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt 1.5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;20&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 122.85pt;" valign="top" width="164"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Sistem   koordinasi&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 256.4pt;" valign="top" width="342"&gt;   &lt;p class="a"&gt;- Menjelaskan struktur fungsi alat, proses dan gangguan pada   sistem saraf, indera dan endokrin &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none double solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1.5pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 102.85pt;" valign="top" width="137"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Tes tertulis&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid double; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt 1.5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;21&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 122.85pt;" valign="top" width="164"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Sistem   Reproduksi&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 256.4pt;" valign="top" width="342"&gt;   &lt;p class="a"&gt;- Menjelaskan struktur dan fungsi alat, serta proses reproduksi   pada tumbuhan biji dan mamalia &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none double solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1.5pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 102.85pt;" valign="top" width="137"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Tes tertulis&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid double; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt 1.5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;22&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 122.85pt;" valign="top" width="164"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Pemencaran   organisme&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 256.4pt;" valign="top" width="342"&gt;   &lt;p class="a"&gt;- Menentukan hubungan antara struktur alat pemencaran dan penyebab   pemencaran pada tumbuhan &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none double solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1.5pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 102.85pt;" valign="top" width="137"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Tes tertulis&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid double; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt 1.5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;23&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 122.85pt;" valign="top" width="164"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Sel&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 256.4pt;" valign="top" width="342"&gt;   &lt;p class="a"&gt;- Memahami struktur dan fungsi bagian-bagian sel&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none double solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1.5pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 102.85pt;" valign="top" width="137"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Tes tertulis&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid double; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt 1.5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;24&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 122.85pt;" valign="top" width="164"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Reproduksi   sel &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 256.4pt;" valign="top" width="342"&gt;   &lt;p class="a"&gt;- Memahami proses mitosis dan meiosis&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none double solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1.5pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 102.85pt;" valign="top" width="137"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Tes tertulis&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid double; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt 1.5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;25&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 122.85pt;" valign="top" width="164"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Metabolisme&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 256.4pt;" valign="top" width="342"&gt;   &lt;p class="a"&gt;- Memahami tahapan-tahapan dalam proses metabolisme&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none double solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1.5pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 102.85pt;" valign="top" width="137"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Tes tertulis dan praktek&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid double; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt 1.5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;26&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 122.85pt;" valign="top" width="164"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Substansi   genetika&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 256.4pt;" valign="top" width="342"&gt;   &lt;p class="a"&gt;- Mendeskripsikan struktur dan fungsi substansi genetik &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none double solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1.5pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 102.85pt;" valign="top" width="137"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Tes tertulis&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid double; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt 1.5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;27&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 122.85pt;" valign="top" width="164"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Pola-pola   hereditas dan Hereditas pada manusia&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 256.4pt;" valign="top" width="342"&gt;   &lt;p class="a"&gt;- Menerapkan prinsip pola-pola hereditas pada kasus yang diberikan   baik pada tumbuhan, hewan atau manusia&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none double solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1.5pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 102.85pt;" valign="top" width="137"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Tes tertulis&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid double; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt 1.5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;28&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 122.85pt;" valign="top" width="164"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Mutasi   &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 256.4pt;" valign="top" width="342"&gt;   &lt;p class="a"&gt;- Memahami penyebab, akibat dan macam mutasi&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none double solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1.5pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 102.85pt;" valign="top" width="137"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Tes tertulis&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid double; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt 1.5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;29&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 122.85pt;" valign="top" width="164"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Asal   usul kehidupan&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 256.4pt;" valign="top" width="342"&gt;   &lt;p class="a"&gt;- Memahami asal usul kehidupan berdasarkan evolusi biologi dan   evolusi kimia&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none double solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1.5pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 102.85pt;" valign="top" width="137"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Tes tertulis&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid double; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt 1.5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;30&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 122.85pt;" valign="top" width="164"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Evolusi&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 256.4pt;" valign="top" width="342"&gt;   &lt;p class="a"&gt;- Menjelaskan fenomena evolusi, mekanisme evolusi dan petunjuk   adanya evolusi&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none double solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1.5pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 102.85pt;" valign="top" width="137"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Tes tertulis&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid double; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt 1.5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;31&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 122.85pt;" valign="top" width="164"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Biogeografi&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 256.4pt;" valign="top" width="342"&gt;   &lt;p class="a"&gt;- Menghubungkan daerah sebaran organisme dengan organisme yang ada   &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none double solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1.5pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 102.85pt;" valign="top" width="137"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Tes tertulis&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid double; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt 1.5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;32&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 122.85pt;" valign="top" width="164"&gt;   &lt;p class="MsoHeader"&gt;Upaya manusia dalam pengembangan sumber daya alam hayati&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 256.4pt;" valign="top" width="342"&gt;   &lt;p class="a"&gt;- Memahami usaha manusia dalam pengembangan tanaman dan hewan   untuk meningkatkan pemanfaatannya dan pelestarian sumber daya alam hayati &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none double solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1.5pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 102.85pt;" valign="top" width="137"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Tes tertulis&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid double double; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1.5pt 1.5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 41.5pt;" valign="top" width="55"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;33&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid double none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1.5pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 122.85pt;" valign="top" width="164"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Bioteknologi&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid double none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 256.4pt;" valign="top" width="342"&gt;   &lt;p class="a"&gt;- Memahami proses bioteknologi beserta keuntungan dan kerugiannya &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none double double none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1.5pt 1.5pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 102.85pt;" valign="top" width="137"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Tes tertulis&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;B I O L O G I &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;SMP Nasional Kontraktor Production Sharing (KPS) &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Balikpapan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;MENGUJI KARBOHIDRAT PADA TANAMAN &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;Siswa secara berkelompok melakukan kegiatan menutup sebagian daun dengan kertas timah/aluminium foil/kertas karbon untuk menghalangi sinar matahari agar tanaman tidak melakukan fotosintesis.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Siswa sedang menutup sebagian daun pada beberapa tanaman&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Kurikulum Biologi Kelas IX&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Standar Kompetensi 1 :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Kompetensi Dasar :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Mendeskripsikan sistem ekskresi pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Mendeskripsikan sistem reproduksi dan penyakit yang berhubungan dengan sistem reproduksi pada manusia&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Mendeskripsikan sistem koordinasi dan alat indera pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Standar Kompetensi 2 :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Memahami kelangsungan hidup makhluk hidup&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Kompetensi Dasar :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Mengidentifikasi kelangsungan hidup makhluk hidup melalui adaptasi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Kurikulum Biologi Kelas VIII&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Standar Kompetensi 1 :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Kompetensi Dasar :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;1.Menganalisis pentingnya pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;2.Mendeskripsikan tahapan perkembangan manusia&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;3.Mendeskripsikan sistem gerak pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;4.Mendeskripsikan sistem pencernaan pada manusia dan dan hubungannya dengan kesehatan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;5.Mendeskripsikan sistem pernapasan pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;6.Mendeskripsikan sistem peredaran darah pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Standar Kompetensi 2 &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Kurikulum Biologi Kelas VII&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Standar Kompetensi 1 :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Kompetensi Dasar :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;1. Melaksanakan pengamatan objek secara terencana dan sistematis untuk memperoleh informasi gejala alam biotik dan abiotik&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;2. Menggunakan mikroskop dan peralatan pendukung lainnya untuk mengamati gejala-gejala kehidupan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;3. Menerapkan keselamatan kerja dalam melakukan pengamatan gejala-gejala alam&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Standar Kompetensi 2 :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Memahami keanekaragaman makhluk hidup &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Kompetensi Dasar :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;1. Mengidentifikasi ciri-ciri makhluk hidup&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;2.Mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan ciri-cirinya. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7706598887125859047-3681499866237377510?l=athika-unindrabio2a.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://athika-unindrabio2a.blogspot.com/feeds/3681499866237377510/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7706598887125859047&amp;postID=3681499866237377510' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7706598887125859047/posts/default/3681499866237377510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7706598887125859047/posts/default/3681499866237377510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://athika-unindrabio2a.blogspot.com/2008/07/latar-belakang-sk-biologi-smama.html' title='Latar Belakang SK Biologi SMA/MA'/><author><name>athika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00907222227004076165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_31fHLqqApG0/R-IqcJb8X_I/AAAAAAAAAAM/trVpbFItK4o/S220/Photo(179).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7706598887125859047.post-2422605533982135253</id><published>2008-07-25T20:21:00.000-07:00</published><updated>2008-07-25T20:23:35.482-07:00</updated><title type='text'>HISTORIS PENDIDIKAN</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="width: 92%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="92%"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 100%;" width="100%"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 24.75pt; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;PENDIDIKAN PADA ZAMAN PURBA/KUNO&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pendidikan   adalah usaha manusia untuk kepentingan manusia. Jadi pada saat manusia itu   ada dan masih ada, pendidikan itu telah dan masih ada pula. Pada kenyataannya   dapat kita telaah bahwa praktek pendidikan dari zaman ke zaman mempunyai   garis persamaan. Garis persamaan atau benang merah pendidikan itu ialah :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24.75pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pendidikan   adalah bagian dari kebudayaan yang tidak dapat dipisahkan.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24.75pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pendidikan   merupakan kegiatan yang bersifar universal.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24.75pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Praktek   pelaksanaan pendidikan memiliki segi-segi yang umum sekaligus memiliki   keunikan (ke-khasan) berkaitan dengan pandangan hidup masing-masing bangsa.&lt;/span&gt;   &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;MESIR&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Mesir   purba telah mengenal peradaban dan kebudayaan tinggi. Ini terbukti dengan   telah dikenalnya tulisan dengan huruf heiroglyph (tulisan suci), telah kenal   kalender (penanggalan) dengan pembagian 12 bulan tiap tahun, telah mengenal   irigasi dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Tujuan   pendidikan agar manusia berbuat susila sesuai dengan ajaran agama. Materi   pelajaran yang diberikan ialah membaca, menulis, berhitung, bahasa dan ilmu   mengukur tanah serta astronomi. Meski telah memiliki pusat-pusat pendidikan   yakni di kuil-kuil (piramide) yang di dalamnya terdapat perpustakaan dan   asrama bagi para guru dan murid-muridnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;INDIA&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Secara   ketat/tegas &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;India&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;   membagi masyarakat dengan kasta/tingkatan. Dalam kehidupan agama Hindu di   India terkenal ada 4 kasta, yaitu; 1) kasta Brahmana, 2) kasta Ksatria, 3)   kasta Waisya, 4) kasta Sudra (Syudra).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Hidup di   India bukan ditentukan oleh kepercayaan kepada dewa, tetapi ditentukan oleh   tingkatan atau kasta tadi. Tujuan akhir hidup adalah mencapai Nirwana.   Ciri-ciri pendidikan di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;India&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;   adalah :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24.75pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pengajaran   agama di nomor satukan.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24.75pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pendidikan   diselenggarakan oleh kasta Brahmana.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24.75pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Tujuan   pendidikan; mencapai kebahagian abadi (Nirwana).&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Penyelenggaraan   peadidikan berlangsung di rumah (keluarga) dan sekolah. Materii pelajaran   yang diajarkan yaitu astronomi, matematik, pengetahuan tentang obat-obatan,   hukum, kesusasteraan, sejarah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;CINA&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Cina memiliki   keunikan dalam hal kebudayaan dan pendidikan. Artinya dibandingkan dengan   negara-negara timur lainnya. Cina memiliki sejarah tersendiri. Kebudayaan   Cina adalab asli Cina tidak terbaur atau tercampur dengan kebudayaan dari   luar. Ciri-ciri pendidikannya antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24.75pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Persoalan   pendidikan tidak ada kaitannya dengan agama.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24.75pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pendidikan   diselenggarakan oleh keluarga dan negara.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24.75pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Tujuan   pendidikan adalah mendidik orang berhati mulia dan menghormati sesama.&lt;/span&gt;   &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Tokoh-tokoh   pendidik dan filsuf terkenal pada saat itu ia LaoTse dengan ajaran Tao =jalan   Tuhan yang menjadi Taoisme sangat berpengaruh terhadap hidup dan   perikehidupan Cina. Tidak kalah juga pengaruhnya Kon Fu Tse (Konfusius)   dengan ajaran Li (etiket, kewajiban). Penyelenggaraan Pendidikan dilaksanakan   di dalam keluarga dan sekolah, Pelajaran pokoknya adalah menulis dan   mempelajari lambang lambang kata kata yang jumlahnya mencapai 50 000. Di Cina   juga dikenal adanya pendidikan pegawai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;YUNANI&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Yunani   kuno terbagi menjadi &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Sparta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;   dan Athena. Orang-orang &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Sparta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;   mementingkan pembentukan jiwa patriotik yang kuat dan gagah berani. Tujuan   pendidikan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Sparta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;   adalah membentuk warga negara yang siap membela negara (membentuk tentara   yang gagah berani)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; .&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Ciri-ciri   pendidikannya adalah :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24.75pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pendikan   diperuntukkan hanya bagi warga negara yang merdeka (hukan budak).&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24.75pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Anak-anak   cacat atau lemah dimusnahkan.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24.75pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Lebih   mengutamakan pendidikan jasmani.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24.75pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Anak-anak   yang telah mencapai umur 7 tabun diasramakan.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Sedangkan   Athena lebih mernentlngkan kesehatan jasmani dan rohani serta hidup harmonis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Ciri-ciri   pendidikan di Athena adalah:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24.75pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pendidikan   diselcnggaratcan oleb keluarga dan sekolah.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24.75pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Sekolab   diperuntukkan bagi siapa saja (behas).&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Materi   atau hahan pengajaran utama bangsa Athena adalah gymnastis (gymnastik) dan   musik. Yang pertama bagi pendidikan jasmani dan yang lain bagi pendidikan   rohani.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;ROMAWI&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pada   mulanya tujuan pendidikan Rornawi adalab terbentuknya manusia-manusia yang   siap berkorban membela tanah air. Inti pelajaran adalah mempersiapkan warga   negara menjadi tentara.Penyelenggara pendidikan adalah di rumah-rumah   keluarga bangsawan. Materi pelajarannya meliputi mebaca, menulis, dan   berhitung. Pada perkembangan selanjutnya Romawi terbawa oleh arus aliran   Epicurisme dan aliran Stoa. Aliran Epicurisme berpendapat hahwa kebahagian   akan terwujud manakala manusia menyatu dengan alam.  Aliran Stoa   berpendapat bahwa tujuan hidup adalah mencapai kebajikan. Kebajikan itu akan   terwujud apabila manusia dapat menyesuai &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt; din dengan alamnya, karena manusia   adalah bagian dari alam. Sedangkan alam itu sendiri dikuasai oleb budi Ilahi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Dengan   munculnya dua faham tersebut cjta-cita atu tujuanRomawi beruhab dari   rnembentuk manusia sehat kuat untuk membela tanah air (kebajikan   kepahlawanan) menjadi membentuk manusia yang bijaksana dan berakal budi   (kebajikan kemanusian).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;PENDIDIKAN   PADA ABAD PERTENGAHAN&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Ciri-ciri   utama dari pendidikan pada abad pertengahan adalah :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24.75pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Seluruh   pusat pendidikan bersatu untuk mewujudkan cita-cita yang telah ditetapkan   oleb gerreja Roma Katolik.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24.75pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Gereja   berusaha untuk memperbaiki kehidupan rakyat.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24.75pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Mendirikan   sekolah-sekolah.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;RENAESANCE &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Masa   kelahiran (Rehaessance) ditandai dengan adanya usaha untuk mengkaji,   menafsirkan, merencanakan dan apabila perlu mengecam berlakunya kebudayaan   klasik (kuno).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Ciri-ciri   utama gerakan ini adalah :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24.75pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Terbebasnya   manusia dari ikatan abad tengah.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24.75pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Mencari   alternatif pedoman yang dapat membebaskan individu dari ikatanin ikatan tadi.&lt;/span&gt;   &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pada   masa/jaman Renaessance muncul aliran :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24.75pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Humanisme:   berciri optimistis, tak percaya pada kekuatan di luar manusia termasuk dewa   atau Tuhan.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24.75pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Reformasi:   berciri menetang gereja Katolik, ingin kembali ke ajaran Nasrani dengan Injil   sehagai panutannya.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24.75pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Kontra   Reformasi: ingin memperbaiki. keadaan (setelah adanya Reforrnasi) dan menjalankan   disiplin tinggi terhadap peraturan gereja.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Keadaan   Pendidikan :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Tujuan   pendidikan Humanisme: membentuk manusla yang berani, bebas dan gembira.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Tujuan   pendidikan Reformasi: membentuk manusia yang bebas dari segala macam ikatan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Tujuan   pendidikan Kontra Reformasi:  mempertfnggi disiplin menjalankan agama   Katolik. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 24.75pt; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;GARIS   BESAR PENDIDIKAN PADA ABAD KE-17 SAMPAI ABAD KE-20 (DI BELAHAN DUNIA   BARAT  ATAU EROPA) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Permulaan   abad  ke-17 atau masa-masa akhir abad ke 16 muncul alira baru dalam   dunia pendidikan. Aliran baru itu disebut Realisme. Ciri-ciri utama aliran   ini yaitu :&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24.75pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Tidak   sejalan dengan pemikiran Humanisme dan aliran yang mendahuluinya. Aliran yang   lalu (kuno) bersifat verbalistik dan berorientasi kepada alam nyata.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24.75pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Realisme   (real= nyata, konkret) tertarik pada dunia nyata kepada alam dan benda benda.&lt;/span&gt;   &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Realisme   berpendapat bahwa lewat pendidikan orang harus mernperoleh pengetahuan dan   pengertian yang mendalam. Hal ini dapat dicapai dengan menjelajahi   permasalahan lewat dunia nyata. Untuk mencapai pengetahuan yang benar cara   berfikir duktif harus dinggalkan dan diganti cara berpikir induktif dan   mengutamakan pengamatan serta pengalaman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Tokoh-tokoh   pendidikan penting dan berjasa dalam hidang pendidikan abad ke-17 antara   lain:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24.75pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Francis   Bacon, ia berkeyakinan hahwa pendidikan masa lalu (klasik) tidak bermanfaat   hagi umat manusia lagi. Apabila manusia ingin sarnpai pada kebenaran harus   meninggalkan cara berpikir deduktif dan beralih ke cara berpikir yang   induktif. Dengan cara berpikir yang analitik orang akan dapat membuka rahasia   alam dan dengan terbukanya alam itu kita sebagai bagian dari alam dapat   menentukan sikap dan mengatur strategi hidup. Artinya, dengan terbukanya alam   kita rnanusia dapat menyesuaikan atau memanfaatkan alam dari hidup dan kehidupan   manusia.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24.75pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Johann   Amos Comenuis. Ia berpendapat bahwa pendidikan harus diorientasikan ke dunia &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; (baka), keakhirat.   Ia menekankan pendidikan budi pekerti dan kearifan. Asas hukum didaktik yang   ía kemukakan adalah : 1) hukurn kepastian, 2) hukum urutan 3) hukum   kelancaran dan kesempatan belajar.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24.75pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;c.   Jean Baptiste La Salle, ia sependapat dengan Comenius, pendidikan harus   tertuju kepada hal-hal yang bersifat kebakaan (keakhiratan). Di dalam   menyiasati pendidikan ia menggunakan alat pendidikan yang terkenal yakni   hukuman dan ganjaran. Ia menekankan pengajaran kelompok.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Abad 18   sering disebut abad pencerahan (aufklarung). Segala usaha disemua semua   lapangan kehidupan memerluken penataan kembali. Perlu ditata kembali karena   abad (masa) yang lalu adalah masa gelap yang tidak memberikan harapan hidup   yang Iebih baik. Oleh karena itu perlu pencerahan. Hal ini dimungkinkan oleh   adanya pemikiran yang Iebih rasional yang ingin terbebas dari Iingkungan   tradisi dan adat istiadat. Bagi kaurn nasionalis telah kehilangan hak hidup   (jiwa).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 3.75pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Arial;"&gt;PERBEDAAN MASA   KEGELAPAN DAN MASA PENCERAHAN&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;div align="center"&gt;   &lt;table class="MsoNormalTable" style="width: 100%;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;     &lt;td colspan="2" style="padding: 0cm; background: rgb(242, 242, 242) none repeat scroll 0% 50%; width: 47%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" width="47%"&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Arial;"&gt;ABAD KEGELAPAN&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm; background: rgb(242, 242, 242) none repeat scroll 0% 50%; width: 53%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" width="53%"&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Arial;"&gt;ABAD PENCERAHAN&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;    &lt;tr style=""&gt;     &lt;td style="padding: 0cm; width: 3%;" valign="top" width="3%"&gt;     &lt;p style="margin: 5pt 3.75pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm; width: 44%;" valign="top" width="44%"&gt;     &lt;p style="margin: 5pt 3.75pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Manusia     percaya pada Tuhan dengan segala ajarannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm; width: 53%;" valign="top" width="53%"&gt;     &lt;p style="margin: 5pt 3.75pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;manusia     percaya pada kemauan akal budinya. Manusia meyakini bahwa yang dapat     membahagiakan adalah manusia itu sendiri, bukan kasih sayang Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;    &lt;tr style=""&gt;     &lt;td style="padding: 0cm; width: 3%;" valign="top" width="3%"&gt;     &lt;p style="margin: 5pt 3.75pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm; width: 44%;" valign="top" width="44%"&gt;     &lt;p style="margin: 5pt 3.75pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Manusia     terikat oleh aturan dan ketentua gereja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm; width: 53%;" valign="top" width="53%"&gt;     &lt;p style="margin: 5pt 3.75pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Manusia     ingin bebas dari semua ikatan yang membelenggunya, baik ikatan gereja     maupun negara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;    &lt;tr style=""&gt;     &lt;td style="padding: 0cm; width: 3%;" valign="top" width="3%"&gt;     &lt;p style="margin: 5pt 3.75pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm; width: 44%;" valign="top" width="44%"&gt;     &lt;p style="margin: 5pt 3.75pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Manusia     dibentuk untuk melayani gereja, pendidikan diselenggarakan oleh gereja dan     mengabdi gereja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm; width: 53%;" valign="top" width="53%"&gt;     &lt;p style="margin: 5pt 3.75pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Manusia     ingin adanya kebebasan pendidikan tanpa campur tangan gereja dan negara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;   &lt;/div&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;  Tokoh yang menonjol pada abad ke-18 adalah :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24.75pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;I.   J. Rousesau berpendapat bahhwa pada dasar (asal)-nya rnunusia baik, menjadi   jelek (jahat) karena peng lingkungan. Dasar pendidikan menurut Rousseau   adalah pembawaan dan tujuan pendidikan ialah membentuk manusia yang bebas   merdeka. Sifat pendidikan adalah individualistis dan individu (anak) itu   harus dijauhkan dari pengaruh masyarakat dan bahkan dijauhkan dari orang   tuanya. Hasil pemikirannya dituangkan dalam buku Le Contract Social berisi   tentang ilmu kenegaraan dan Emile yang berisi bagaimana mendidik anak sampai   dewasa yang baik dan benar.&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24.75pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;John   Locke (1632-1704), ia seorang tabib yang ahli filsafat dan ahli ilmu jiwa   J.I. Locke berpendapat bahwa jiwa itu waktu dilahirkan kosong dan pasif. Jiwa   itu pada saat lahir sama dengan tabula rasa (meja lilin) atau a shett of   paiper (sehelai kertas) putih bersih. J. I Locke seorang empirist, ia menyatakan   bahwa empirist (pengalaman) adalah sumber pengetahuan. Tentang masalah   pendidikan Locke berpendapat bahwa pendidikan itu berkuasa bahkan maha kuasa.   Ia tidak percaya adanya pembawaan (bakat). Tujuan pendidikan menurut dia   adalah membetuk seseorang kasatria (gentleman) yang saleh dan berguna bagi   hidup bersama dalam masyarakat. Sebagai seorang tabib (dokter) ia menekankan   pentingnya pendidikan jasmani. Locke juga adalah seorang deist (De = Deus =   Tuhan). Tetapi ia tidak mau menerima ajaran agama yang dogmatis (kaku, beku,   lugu). Baginya agama adalah akal budi. Oleh karenat itu ia memperhatikan   pendidikan kesusilaan. Manusia harus mampu munguasai diri sendiri dan   memiliki hargadiri. Anak harus patuh tanpa ganjaran ataupun hukuman.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Abad 19   dunia mengalami percepatan (akselerasi) di segala lapangan hidup karena   dilhami revolusi Perancis dan revolusi industri. Dengan meluasnya cita-cita   pencerahan yang mengumandangk semboyan manusia dilahirkan bebas dan memiliki   derajat yang sama, rnereka (kasta ketiga, di luar kaum agama dan bangsawan)   menuntut egality fraternity dan liberty. Mereka menuntut penyelenggaraan   pendidikan jangan hanya di peruntukkan bagi bangsawan dan kaum agamis saja.   Orang mulai menyadari bahwa sekolah sebagai suatu lembaga penting untuk mencapai   kemajuan dalam segala lapangan hidup. Kemajuan cara berpikir melalui jasa   ilmu dan pengetahuan membawa perkembangan di bidang industri. Mekanisme di   bidang produksi mengganti tangan-tangan manusia. Jadi di bidang industri pun   mengalami lompatan percepatan kemajuan. Jadi sangat masuk akallah apabila di   budang pendidikan dan pengajaran pada abad ke-19 itu mengalami perkembangan   pula. Perkembangan itu antara lain adalah pendidikan per kepala harus diganti   dengan sistem klasikal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;  Pendapat Pentalozzi J.H. Pestalozzi sangat mementingkan pendidikan   keluarga.  Keluarga menurut Pestalozzi merupakan kunci keberhasilan   pendidikan. Inti pendidikan adalah pendidikan kesusilaan dan pendidika   keagaman. Dasar pendidikan menurut dia adalah kodrat anak dan tujuan pendidikan   mengembangkan segala daya kemampuan anak untuk mencapai kemanusiaan sejati.   Adalah menjadi tugas pendidik agar anak dapat niengentaskan dirinya sendiri   (dapat hidup mandiri). Sebagai alat pelajaran metode yang tepat menurut   Pentalozzi adalah metode peragaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Friedrich   Frobel (1782-1852), sangat mencintai anak dengan dunia anak-anaknya. Dia   berpendapat bahwa sumber dari segala sumber segala sesuatu adalah Tuhan. Tiap   manusia mempunyai dorongan. Tugas pendidik adalah memperkembangkan dorongan   itu secermat-cermatnya agar dengan demikian manusia memiliki budi pekerti dan   dapat menciptakan kebudayaan serta memelihara dan memajukan kebudayaan itu.   Pendidikan yang benar adalah pendidikan yang memperhatikan persesuaian antara   kebutuhan dengan alam anak-anak. Perinsip pendidikan Frobel adalah anak harus   dibuat aktif, aktif bermain dan aktif bekerja serta aktif berlatih. Perinsip   didaktiknya adalah pengajaran harus dimulai dari yang sederhana, yang gampang   meningkat kepada hal-hal yang komplek, yang sulit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pokok-pokok   pikiran pendidikan abad ke-20 :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24.75pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pendidikan/pengajaran   lama yang pasif diganti dengan pendidikan yang membuat anak aktif.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24.75pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pendidikan   lama bersifat &lt;i&gt;teacher centred&lt;/i&gt;, menurut pikiran baru harus &lt;i&gt;pupil   centerd&lt;/i&gt;. Anak sebagai subyek didik.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24.75pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pendidikan   harus diindividualisasikan.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24.75pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pendidikan   bertujuan membentuk manusia yang memiliki integritas kepribadian timggi dan   bertanggung jawab.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24.75pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pendidikan   harus mampu mempersiapkan anak masuk kedalam dunia kerja, dalam masyarakat.&lt;/span&gt;   &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Tokoh-tokoh   penting yang berjasa di bidang pendidikan :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24.75pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Montessori   : Asas pendidikan yang dikehendaki Montessori adalah kebebasan/kemerdekaan.   Montessori berpendapat bahwa manusia adalah makhluk yang memiliki tenaga   dalam. Dalammenyiasati pengajaran ia tidak setuju dengan hukuman. Hukuman   akan datang dari anak itu sendiri manakala anak itu mengalami kegagalan dan   berbuat kesalahan. Prinsip-prinsip dasar metode pengajaran Montessori ; 1)   prinsip kebebasan, 2) prinsip ilmiah, 3) prinsip keaktifan sendiri.   Montessori setuju dengan metode penyampaian materi pelajaran dengan metode   peragaan. Latihan-latihan diberikan sesuai asas didaktik yakni secara   berurutan dari yang mudah menuju yang sukar. Latihan-latihan itu meliputi :   1) latihan otot, 2) latihan alat dria dan 3) latihan akal.&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24.75pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Dr.   Ovide Decroly (1871-1932). Ia menjadi terkenal karena semboyannya : &lt;i&gt;I'ecole   pour la vie par la vie (sekolah untuk kehidupan oleh kehidupan)&lt;/i&gt;. Maknanya   adalah bahwa anak adalah manusia  yang selalu tumbuh dan berkembang.   Mereka harus dipersiapkan untuk menghadapi kehidupan sosial. Jadi sekolah   harus berhubungan erat dengan kehidupan. Montessori menemukan dan kemudian   menyusun teori globalisasi dan pusat minat. Globalisasi (Jerman: gestall)   adalah dalam mengamati susuatu mula-mula terungkap kesan keseluruhan dari   sesuatu itu baru kemudian menyusul bagian-bagiannya. Tentang pusat minat   menurut O. Decroly ada 4 pusat minat yaitu : 1) makanan, 2) pakaian, 3)   pertahanan diri, 4) permainan dan pekerjaan.&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24.75pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;John   Dewey, Ia penganut aliran filsafat pragmatisme. Seorang pragmatis berpendapat   bahwa suatu pengetahuan itu benar apabila pengetahuan itu berguna dalam   memecahkan masalah kehidupan. Jadi mengandung nilai praktis. Pendidikan   memiliki 2 aspek yakni aspek psikologis dan aspek sosiologis. Aspek   psikologis artinya tiap anak mempunyai daya-daya atau potensi yang harus   dikembangkan. Aspek sosiologis adalah bahwa perkembangan daya atau potensi   itu diarahkan agar bremanfaat dalam kehidupan sosial. Dewey menentang   "sekolah dengar" yang sama sekali tidak memperhatikan minat dan   instink anak. Menurut J. Dewey ada 4 instink anak yang perlu diperhatikan :   1) instik bermasyarakat, 2) instink membentuk sesuatu, 3) instink   menyelidiki, dan 4) instink kesenian.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Sesuai   dengan konsep sekolah kerjanya, Dewey berpendapat bahwa sekolah yang baik   adalah sekolah dalam bentuk masyarakat kecil. Maknanya adalah sekolah adalah   merupakan tempat bekerja, langsung praktek kerja nyata. Urutan kegiatan   pelajaran berintikan : 1) pelajaran berburu dan menangkap ikan, 2)   mengembala, bertani dan berdagang, dan 3) industri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Dengan di   tampilkannya tokoh-tokoh pendidikan beserta konsepnya bukannya berarti kita   harus mengagumi tokoh-tokoh tersebut, yang kita akui memang berotak brilian,   dan mengambil alih saja pendapat (konsep)-nya .&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Dari   sejarah pendidikan itu kita dapat mengambil manfaat, mana yang tepat dapat   kita gunakan dan mana yang seharusnya dibuang karena tidak cocok. Karena   tidak semua konsep dapat diterapkan di dalam segala waktu, tempat dan   suasana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Contoh :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Sekolah   Dewey misalnya bagi kebanyakan negara terlalu mahal biayanya. Di samping   adanya kelemahan yang mendasar misalnya tidak memperhatikan aspek kesusilaan   (kerohanian) keagamaan/ketuhanan. Demikian pula Montessori, aspek sosial anak   kurang diperhatikan dan sekolah montessori amat mahal. Sistem pendidikan   Montessori juga sangat intelektualistis karena terlalu mementingkan   prkembangan akal, perasaan kurang mendapat tempat. Ia terlalu jauh menekankan   pada perkembangan alat dria, disamping jasanya dengan asas tanpa perkembangan   anak dan mendidik anak untuk mandiri. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 24.75pt; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;PENDIDIKAN   DI &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;INDONESIA&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;   &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Berikut   keadaan pendidikan di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;   sejak zaman purba hingga kini. Inti pembicaraan sekilas pendidikan di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;   meliputi pendidikan zaman purba, zama pengaruh Islam, dan pendidikan zaman   penjajahan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Dasar   pendidikan masa Hindu Budha adalah filsafat Hindu Budha. Tujuan pendidikan   bahwa tujuan hidup adalah untuk mencapai Nirwana. Manusia yang dapat mencapai   Nirwana adalah manusia sempurna. Sistem penyelenggaraan pendidikan adalah   sistem guru-kuladan berlangsung dalam asrama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Bersamaan   masuknya agama Islam ke &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;   masuk pula kebudayaannya. Pengaruh kebudayaan Islam meliputi semua segi   kehidupan, termasuk pendidikan. Tujuan pendidikan Islam adalah membentuk   manusia muslim yang sholeh (berakhlak) yang baik. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; dua lembaga pendidikan penting pada   penyebaran agama Islam yakni : langgar dan pesantren disusul kemudian adanya   madrasah. Pendidikan agama Islam tidak terbatas, siapapun boleh mengikuti   lembaga pendidikan Islam, sifat pendidikan demokratis dan pengajaran unuk   rakyat. Di suatu tempat seperti di &lt;a href="http://pakguruonline.pendidikan.net/sjh_pdd_sumbar_frameset.html" target="_blank"&gt;Sumatera Bara&lt;/a&gt;t tidak ada pemisahan antara langgar dan   pesantren, di sini sekolah agama Islam disebut "surau". Kemudian   sekolah-sekolah Islam berkembang dan mendirikan bangunan sekolah yang disebut   madrasah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pendidikan   pada masa penjajahan kurang dapat dirasakan oleh para penduduk pribumi (bumi   petera). Pendidikan pada masa penjajahan diabaikan demi kepentingan   pemerintah (penjajah). Tujuan utama pendidikan pada masa penjajahan Belanda   adalah : 1) mencetak tenaga kerja murah yang siap mengabdi kepada pemerintah   (kepentingan penjajah Belanda), 2) untuk tetap mempertahankan kelangsungan   penjajah Belanda di Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pada masa   penjajahan Jepang tujuan pendidikan yang dilaksanakan adalah: 1) untuk   mendapat tenaga kerja rendahan (murah) dan 2) untuk membentuk tentara yang   siap melawan sekutu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Menyadari   keadaan pendidikan pada masa penjajahan yang sangat merendahkan martabat   bangsa sendiri, maka muncul tokoh-tokoh masyarakat yang berkeinginan untuk   mendirikan lembaga pendidikan formal (sekolah). Tokoh-tokoh antara lain Ki   Hajar Dewantara, KH. Achmad Dahlan dan Moch. Syafei.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Sadar   akan kebodohan dan keterbelakangan sebagian besar warga pribumi akibat tidak   mendapat perhatian dari penjajah maka Muhammdiyah bangkit dengan cita-cita   mempertinggi dan memperluas pendidikan agama Islam secara modern dengan   tujuan memperkuat dan memperteguh keyakinan akan kebenaran ajaran Islam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Taman&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; siswa dengan pendirinya Ki Hadjar Dewantara mendirikan   sekolah sebagai usaha mencapai kemerdekaan bangsa lewat pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Moh.   Syafei di Sumatera Barat mendirikan Perguruan Ruang Pendidik INS Kayutanam,   ia menantang pendidikan kolonial yang verbalistik-intelektualistik. Sekolah   INS Kayutanam memakai konsep John Dewey yaitu; &lt;i&gt;"learning by   doing". &lt;/i&gt;Jadi INS Kayutanam mementingkan keterampilan bekerja dari   pada keterampilan berfikir murni, tetapi bukan berarti tidak rasional, justru   INS mementingkan cara berfikir yang&lt;i&gt; akaliah&lt;/i&gt; (rasional). Konsep ini   tampak pada tujuan pendidikan yaitu : 1) mendidik anak untuk berfikir   rasional, 2) mendidik anak bekerja secara teratur dan bersungguh-sungguh, 3)   membentuk anak-anak menjadi manusia yang berwatak dan 4) menanamkan perasaan   persatuan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;(Koran Pendidikan)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;a href="http://pakguruonline.pendidikan.net/buku_tua_pakguru_dasar_kpdd_13.html#top"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;    &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;    &lt;v:formulas&gt;     &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;     &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;     &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;     &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;     &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;     &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;     &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;     &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;     &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;     &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;     &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;     &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;    &lt;/v:formulas&gt;    &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;    &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt;   &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" alt="" href="http://pakguruonline.pendidikan.net/buku_tua_pakguru_dasar_kpdd_13.html#top" style="'width:15pt;height:15pt'" button="t"&gt;    &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Jeruk01\LOCALS~1\Temp\msohtml1\02\clip_image001.gif" href="http://pakguruonline.pendidikan.net/images/panahketas.gif"&gt;   &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Jeruk01/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/02/clip_image001.gif" shapes="_x0000_i1025" border="0" height="20" width="20" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7706598887125859047-2422605533982135253?l=athika-unindrabio2a.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://athika-unindrabio2a.blogspot.com/feeds/2422605533982135253/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7706598887125859047&amp;postID=2422605533982135253' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7706598887125859047/posts/default/2422605533982135253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7706598887125859047/posts/default/2422605533982135253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://athika-unindrabio2a.blogspot.com/2008/07/historis-pendidikan.html' title='HISTORIS PENDIDIKAN'/><author><name>athika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00907222227004076165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_31fHLqqApG0/R-IqcJb8X_I/AAAAAAAAAAM/trVpbFItK4o/S220/Photo(179).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7706598887125859047.post-4564955001236405172</id><published>2008-07-04T04:07:00.000-07:00</published><updated>2008-07-04T04:09:54.913-07:00</updated><title type='text'>nilai etika dan estetika dalam berbudaya</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Secara historis perkembangan zaman boleh saja mengalami perubahan yang dahsyatmun, peran kesenian tidak akan pernah berubah dalam tatanan kehidupan manusia. Sebab, melalui media kesenian, makna harkat menjadi citra manusia berbudaya semakin jelas dan nyata.&lt;br /&gt;Bagi manusia &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; telanjur memiliki meterai sebagai bangsa yang berbudaya. Semua itu dikarenakan kekayaan dari keragaman kesenian daerah dari Sabang sampai Merauke yang tidak banyak dimiliki bangsa lain. Namun, dalam sekejap, pandangan terhadap bangsa kita menjadi ”aneh” di mata dunia. Apalagi dengan mencuatnya berbagai peristiwa kerusuhan, dan terjadinya pelanggaran HAM yang menonjol makin memojokkan nilai-nilai kemanusiaan dalam potret kepribadian bangsa.&lt;br /&gt;Padahal, secara substansial bangsa kita dikenal sangat ramah, sopan, santun dan sangat menghargai perbedaan sebagai aset kekayaan dalam dinamika hidup keseharian. Transparansi potret perilaku ini adalah cermin yang tak bisa disangkal. Bahkan, relung kehidupan terhadap nilai-nilai etika, moral dan budaya menjadi bagian yang tak terpisahkan. Namun, kenyataannya kini semuanya telah tercerabut dan ”nyaris” terlupakan.&lt;br /&gt;Barangkali ada benarnya, dalam potret kehidupan bangsa yang amburadul ini, kita masih memiliki wadah BKKNI (Badan Koordinasi Kebudayaan Nasional Indonesia) yang mengubah haluan dalam transformasi sosial, menjadi BKKI (Badan Kerja sama Kesenian Indonesia) pada Februari lalu. Barangkali dengan baju dan bendera baru ini, H. Soeparmo yang terpilih sebagai ”bidannya” dapat membawa reformasi struktural dan sekaligus dapat memobilisasi aktivitas kesenian sebagaimana kebutuhan bangsa kita. Sebab, salah satu tugas dalam peran berkesenian adalah membawa kemerdekaan dan kebebasan kreativitas bagi umat manusia sebagai dasar utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulang Punggung&lt;br /&gt;Suatu dimensi baru, jika dalam pola kebijakan untuk meraih citra sebagai manusia &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dapat diwujudkan. Untuk hal tersebut, kebijakan menjadi bagian yang substansial sifatnya. Bukan memberi penekanan pada konsep keorganisasian, sebagai bendera baru dalam praktik kebebasan. Melainkan, bercermin pada kebutuhan manusia terhadap kebenaran, dan nilai-nilai keadilan. Sehingga, kesenian dapat menjadi tulang punggung mempererat kehidupan yang lebih tenang, teduh dan harmonis.&lt;br /&gt;Dalam koridor menjalin kesatuan dan persatuan bangsa, dan mengangkat citra kehidupan manusia &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; di mata dunia, perlu adanya upaya yang tangguh dan kokoh. Sebab, tanpa upaya tersebut niscaya kita hanya mengenang masa silam dan mengubur masa depan dari lahirnya sebuah peradaban. Dalam hal ini kita sebagai bangsa yang dikenal sangat menjunjung tinggi nilai-nilai budaya, tentu tidak akan rela.&lt;br /&gt;Namun demikian, gradasi budaya itu menukik tajam, dan dapat dirasakan sejak jatuhnya rezim Soeharto. Meskipun, pada rezim kekuasaan Orde Baru bukan berarti tidak ada sama sekali pelanggaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan, justru karena terselubung dengan rapi maka ”borok” kemerosotan moral itu tidak begitu tampak. Tetapi, kini semuanya menjadi serba terbuka dan menganga. Siapa pun punya hak dan kewajiban untuk menjadi ”pelaku” reformasi, tidak sekadar jadi penonton. Itu sebabnya, tidaklah salah jika dalam memperbaiki kondisi bangsa, kita juga proaktif dalam menyikapinya.&lt;br /&gt;Tak dapat disangkal, jika kesenian merupakan kebutuhan dasar manusia secara kodrati dan unsur pokok dalam pembangunan manusia &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Tanpa kesenian, manusia akan menjadi kehilangan jati diri dan akal sehat. Sebab, kebutuhan manusia itu bukan hanya melangsungkan hajat hidup semata, tetapi juga harus mengedepankan nilai-nilai etika dan estetika. Untuk wujudkan manusia dewasa yang sadar akan arti pentingnya manusia berbudaya, obat penawar itu barangkali adalah kesenian.&lt;br /&gt;Unsur penciptaan manusia sebagai proses adalah konteks budaya. Dalam hal ini, apa yang diimpikan Konosuke Matsushita dalam bukunya Pikiran Tentang Manusia menjadi dasar pijakan kita, jika ingin menjadi manusia seutuhnya. Sebab, pada dasarnya manusia membawa kebahagiaan dan mengajarkan pergaulan yang baik dan jika perlu memaafkan sesamanya. Karena, dari sinilah dapat berkembang kesenian, kesusastraan, musik dan nilai-nilai moral. Sehingga, pikiran manusia menjadi cerah dan jiwanya menjadi kaya.&lt;br /&gt;Bertalian dengan konteks itu, Soeparmo dalam ceramahnya di depan pengurus daerah juga mengatakan hal yang sama. Artinya, jika manusia sudah tidak mampu menjalankan tugas kreativitasnya, maka manusia itu menjadi mandek dan mengesampingkan nilai-nilai kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi Semrawut&lt;br /&gt;Carut marut kehidupan saat ini, semakin tumpang tindih. Persoalan bangsa menjadi bara api yang sulit untuk dipadamkan. Kondisi sosial yang tidak lagi bersahabat, menjadikan manusia makin kehilangan jati dirinya. Bahkan berbagai ramalan menatap masa depan bangsa, hanya berisi pesimistis dan sinis. Jika kearifan yang dimiliki manusia semakin sempit dan terbatas, barangkali kegelisahan sebagai anak bangsa semakin beralasan.&lt;br /&gt;Potret sosial yang kini menjadi skenario massal masih menjadi tekanan dalam konteks berpolitik. Akibatnya, pertarungan yang tidak pernah akan menyelesaikan masalah terus berjalan tanpa ada ”rem” nya. Dan itu dapat kita lihat secara kasat mata, pertunjukan ”dagelan” yang hanya untuk memuaskan nafsu kekuasaan dan ingin menunjukkan kekuatan dalam menggalang &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;.&lt;br /&gt;Padahal, tugas sebagai manusia yang berbudaya senantiasa mengulurkan cinta kasih, perdamaian dan menjaga harmoni kehidupan. Tetapi, kenyataannya sikap dan perilaku dalam potret masa kini, nilai-nilai etika, norma-norma sosial, dan hukum moral menjadi ”haram” untuk dijadikan landasan berpikir yang sehat. Bahkan, upaya untuk berani membohongi diri sendiri, adalah ciri-ciri lenturnya nilai-nilai budaya.&lt;br /&gt;Dimensi sosial semacam ini, &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; di mata dunia semakin menjadi bahan lelucon. Apalagi yang harus dijadikan komoditi bangsa dari berbagai aspek kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal ekonomi, bangsa &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; sudah menggadaikan diri nasibnya pada IMF. Soal politik, dianggap ”ludrukan” karena hanya sekadar entertainment. Dan lebih mengerikan lagi, pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di daerah-daerah membuat bingkai kemanusiaan semakin tidak memiliki harga diri. Dan masih banyak persoalan seputar kita yang semakin semrawut dan kehilangan konteks dalam pijakan untuk membangun manusia seutuhnya.&lt;br /&gt;Jalan pintas melalui kesenian, barangkali masih bisa menjadi ”mediasi” silahturahmi di mata dunia. Karena dalam pendekatan kesenian, estika, etika, dan hukum moral merupakan ekspresi yang tidak pernah bicara soal kalah menang. Melainkan, dalam korelasi budaya pintu melalui kesenian masih bisa dijadikan komoditi yang bisa dijadikan akses kepercayaan.&lt;br /&gt;Apalagi dengan diberikannya kebebasan terhadap otonomi daerah, melalui undang-undang No.22/1999 harus dipandang sebagai suatu masa pencerahan dalam pembangunan manusia seutuhnya. Karena dengan otoritas yang ada, daerah dapat membangun wilayahnya dan pengembangan terhadap kesenian tidak lagi dijadikan ”proyek” yang sentralistik di pusat, &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;. Kebebasan akan hal ini, harus dijadikan peluang untuk membangun potensi yang ada.&lt;br /&gt;Karena itu makna pembangunan, jangan hanya dilihat dari sukses dan tidaknya sarana jalan tol, pasar swalayan, mal-mal atau bahkan tempat-tempat hiburan yang kini sedang ”menggoda” mata budaya. Padahal ada hal yang lebih penting dari pesan Eric From dalam bukunya Manusia Bagi Dirinya bahwa, ”Ketidakharmonisan eksistensi, manusia menimbulkan kebutuhan yang jauh melebihi kebutuhan asli kebinatangannya. Kebutuhan-kebutuhan ini menimbulkan dorongan yang memaksa untuk memperbaiki sebuah kesatuan dan keseimbangan antara dirinya dan bagian alam.”&lt;br /&gt;Jika demikian masalahnya, masihkah kita men-dewa-kan pembangunan dalam arti yang harafiah sebagai lingkup keberadaan manusia. Sebab masih ada yang lebih substansial, pembangunan manusia seutuhnya lewat kesenian adalah cermin bagi kepribadian bangsa. Ironis, selama ini kita hanya terlena dalam memikirkan nasib bangsa dari sisi pembangunan perut semata. Akibatnya, dari waktu ke waktu, kita hanya bisa merenungi peradaban baru yang membawa bangsa ini semakin bodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis adalah pemerhati masalah&lt;br /&gt;oleh Drs.Nirwanto&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7706598887125859047-4564955001236405172?l=athika-unindrabio2a.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://athika-unindrabio2a.blogspot.com/feeds/4564955001236405172/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7706598887125859047&amp;postID=4564955001236405172' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7706598887125859047/posts/default/4564955001236405172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7706598887125859047/posts/default/4564955001236405172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://athika-unindrabio2a.blogspot.com/2008/07/nilai-etika-dan-estetika-dalam.html' title='nilai etika dan estetika dalam berbudaya'/><author><name>athika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00907222227004076165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_31fHLqqApG0/R-IqcJb8X_I/AAAAAAAAAAM/trVpbFItK4o/S220/Photo(179).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7706598887125859047.post-2802103481455596083</id><published>2008-06-24T02:55:00.000-07:00</published><updated>2008-06-24T02:57:47.090-07:00</updated><title type='text'>PENDAPAT PAKAR PSIKOLOGI TENTANG PENDIDIKAN</title><content type='html'>&lt;p class="align-right"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;table class="MsoNormalTable" style="" border="0" cellpadding="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;William James&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Seorang        pendahulu yang dianggap paling penting untuk aliran fungsionalisme.        Pendidikan awalnya adalah seorang dokter dan ia pertama kali mengajar        fisiologis di Harvard pada tahun 1872. Semenjak tahun 1878 ia mendalami        filsafat dan psikologi serta mendapat gelar professor untuk kedua bidang        tsb. Menurut Lundin (1991), James lebih muncul sebagai seorang filsuf        daripada seorang psikolog. Pengaruhnya sangat kuat pada aliran        fungsionalisme, terutama kelompok &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;em&gt;Chicago&lt;/em&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;em&gt;        school&lt;/em&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Karya        utamanya adalah &lt;em&gt;Principles of Psychology&lt;/em&gt;. Karya yang sering        dijadikan rujukan untuk mahasiswa psikologi tahun awal adalah &lt;em&gt;Psychology        : Briefer Course&lt;/em&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Definisi        dan ruang lingkup psikologi.&lt;/strong&gt; Psychology is the science of        mental life, both of its phenomenon and of their conditions” Fenomena        adalah subyek dan kondisi adalah proses fisiologis di otak. Psikologi        adalah natural science.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;strong&gt;Metode        psikologi&lt;/strong&gt;. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;        tiga metode utama dalam psikologi: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;ul type="circle"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Introspection&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/ul&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify;"&gt;Merupakan metode penting dan utama   dalam psikologi. Introspeksi yang dimaksud sangat berbeda dengan introspeksi   dalam aliran strukturalisme. Bagi James, introspeksi adalah kecenderungan   alamiah manusia, kemampuan untuk menyadari apa yang telah terjadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;ul type="disc"&gt;&lt;ul type="circle"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Experimentation&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/ul&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify;"&gt;James mengakui metode ini sebagai   metode penting namun tidak pernah melakukannya sendiri. Ia menganggap metode   ini perlu dieksplorasi lebih lanjut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;ul type="disc"&gt;&lt;ul type="circle"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Comparative method&lt;br /&gt;        Metode tambahan yang dapat digunakan untuk psikologi anak-anak,         binatang, orang primitif, dan penderita gangguan mental.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dalam        pandangan-pandangannya yang lain, tampak jelas bahwa bagi James, proses        fisiologis di otak dan di dalam tubuh manusia adalah representasi dari        proses mental dan hal ini adalah penentu tingkah laku dan menentukan        bagaimana manusia mempersepsikan lingkungan. James juga mengakui adanya proses        habituasi yang otomatis dan semakin tidak disadari, meskipun        meninggalkan jejak dalam benak manusia. Baginya, proses mind lebih        penting daripada elemen-elemen mind itu sendiri. Pandangan ini terwakili        dengan jelas dalam teorinya tentang emosi, bersama-sama Carl Lange, yang        dikenal sebagai James-Lange Theory. (Baca pandangan James tentang habit,        instintct, emotion, reason dan memory, Lundin hal 104-106)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;James        dikenal sebagai salah seorang psikolog terbesar Amerika. Sebagai pribadi        ia juga diakui populer dan charming, serta kemampuan menulisnya sangat        mengagumkan. Ia juga dikenal sebagai seorang penentang keras aliran        strukturalisme dari Wundt. Meskipun pada masanya idenya sangat        berpengaruh, dengan berlalunya waktu hanya sedikit pandangannya yang        bertahan hingga masa kini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;C. Ciri Fungsionalisme&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Lebih menekankan        pada fungsi mental daripada elemen-elemen mental.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Fungsi-fungsi        psikologis adalah adaptasi terhadap lingkungan sebagaimana adaptasi        biologis &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Darwin&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;.        Kemampuan individu untuk berubah sesuai tuntutan dalam hubungannya        dengan lingkungan adalah sesuatu yang terpenting&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Fungsionalisme        juga sangat memandang penting aspek terapan atau fungsi dari psikologi        itu sendiri bagi berbagai bidang dan kelompok manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Aktivitas mental        tidak dapat dipisahkan dari aktivitas fisik, maka stimulus dan respon        adalah suatu kesatuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Psikologi        sangat berkaitan dengan biologi dan merupakan cabang yang berkembang        dari biologi. Maka pemahaman tentang anatomi dan fungsi fisiologis akan        sangat membantu pemahaman terhdap fungsi mental.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Menerima        berbagai metode dalam mempelajari aktivitas mental manusia. Meskipun        sebagian besar riset di Uni. Chicago (pusat berkembangnya aliran        fungsionalisme) menggunakan metode eksperimen, pada dasarnya aliran        fungsionalisme tidak berpegang pada satu metode inti. Metode yang        digunakan sangat tergantung dari permasalahan yang dihadapi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;D. Tokoh-tokoh&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;John Dewey (1859-1952)&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Latar        belakangnya adalah seorang guru dan mendapat gelar PH.D dalam bidang        filsafat. Ia kemudian mengajar di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placetype st="on"&gt;University&lt;/st1:PlaceType&gt; of &lt;st1:placename st="on"&gt;Chicago&lt;/st1:PlaceName&gt;&lt;/st1:place&gt;        dan ikut dalam perkembangan fungsionalisme di Chicago. Tahun 1904 pindah        ke &lt;st1:placename st="on"&gt;Columbia&lt;/st1:PlaceName&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;University&lt;/st1:PlaceType&gt; dan tinggal di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; hingga akhir hayatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pandangan        utamanya bahwa sebuah aksi psikologis adlaah suatu kesatuan yang utuh, tidak        dapat dipecah ke dalam bagian-bagian atau elemen (seperti yang dilakukan        oleh strukturalisme). Maka setiap psychological events tidak bisa        dipandang sebagai konstruk-konstruk abstrak. Akan lebih bermanfaat        apabila difokuskan pada fungsi psy. Events tersebut, yaitu dalam        konteksnya sebagai adaptasi manusia. Contoh : anak yang mengulurkan        jarinya sebagai respon adanya api dan terbakar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;James Rowland Angell (1867-1949)&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Berasal        dari keluarga terpelajar, ayah dan kakeknya pernah menjabat sebagai        rektor dari universitas besar di AS. Ia memperoleh gelar M.A. dari        Harvard dan menjadi murid William James di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;. Sepanjang karirnya ia tidak        pernah mendapat gelar Ph.D namun memperoleh 23 gelar doktor honoris        causa. Ia menjabat kepala departemen psikologi dan pernah menjabat        sebagai presiden dari APA.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Angell        adalah seorang yang kritikal terhadap strukturalisme. Pada masa        keaktifannya, aliran fungsionalisme sedang berkembang dan berjuang untuk        memperoleh tempat yang mapan dalam khasanah dunia ilmu sehingga juga memunculkan        banyak kritik terhadap aliran strukturalisme yang sudah lebih dlu mapan.        Baginya, psychological entity tidak ada yang dapat dipisah-pisah seperti        sel dalam ilmu biologi. Psychological entity adalah sebuah kompleks yang        kita kenal sebagai persepsi. Hal ini jelas tidak sejalan dengan        strukturalisme.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Functional        psychology adalah sebuah studi tentang operasi mental, mempelajari        fungsi-fungsi kesadaran dalam menjembatani antara kebutuhan manusia dan        lingkungannya. Fungsionalisme menekankan pada totalitas dalam hubungan        mind and body.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;J.J.Rosseau&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jean Jaqques Rosseau, seorang   tokoh pembaharu Perancis menyebutkan, Semua yang kita butuhkan dan semua   kekurangan kita waktu lahir, hanya akan kita penuhi melalui pendidikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;b&gt;Thorndike&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Menurut Thorndike, belajar   merupakan proses interaksi antara stimulus (yaitu yang berupa rangsangan   seperti pikiran, perasaan, atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui   alat indera), dengan respon (yang juga dapat berupa pikiran, perasaan atau   gerakan/tindakan). Oleh karena itu, teori ini juga disebut “S-R Bond Theory”   dan “S-R Psychology of Learning”. Menurut teori ini, perubahan tingkah laku   akibat dari kegiatan belajar dapat berujud kongkrit yaitu dapat diamati.   Thorndike juga merumuskan beberapa hukum dalam belajar yaitu : pertama,   motivasi (misalnya rasa lapar, rasa ingin dihargai, ingin pandai) merupakan   hal yang sangat vital dalam belajar. Kedua, low of effect; artinya jika   sebuah respons menghasilkan efek yang memuaskan maka hubungan antara stimulus   dan respons semakin kuat. Sebaliknya, semakin tidak memuaskan (menganggu)   efek yang dicapai respon, semakin lemah pula hubungan stimulus dan respons   tersebut.Selain itu, Thorndike juga membuat hukum belajar lainnya yaitu law   of readiness (hukum kesiap-siagaan) dan law of exercise (hukum latihan)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="align-right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7706598887125859047-2802103481455596083?l=athika-unindrabio2a.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://athika-unindrabio2a.blogspot.com/feeds/2802103481455596083/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7706598887125859047&amp;postID=2802103481455596083' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7706598887125859047/posts/default/2802103481455596083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7706598887125859047/posts/default/2802103481455596083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://athika-unindrabio2a.blogspot.com/2008/06/pendapat-pakar-psikologi-tentang.html' title='PENDAPAT PAKAR PSIKOLOGI TENTANG PENDIDIKAN'/><author><name>athika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00907222227004076165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_31fHLqqApG0/R-IqcJb8X_I/AAAAAAAAAAM/trVpbFItK4o/S220/Photo(179).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7706598887125859047.post-1473508024436179071</id><published>2008-06-24T02:42:00.000-07:00</published><updated>2008-06-24T02:45:52.192-07:00</updated><title type='text'>Cerita unik dalam Pendidikan</title><content type='html'>&lt;h4&gt;&lt;span class="judul"&gt;Jangan Malu ‘Meniru’ Murid&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Rabu, 11 Juni 2008 07:10:59 - oleh : redaksi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;OLEH:DRAARISUSWATI*)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, pendidikan akhirnya merupakan seni “meniru”. Proses meniru ini akan berlanjut setaraf dengan perkembangan intelektual dan usia anak. Saat masuk sekolah, media meniru ini menjadi ganda; orangtua disatu pihak dan guru pada pihak lain. Pada masa seperti ini, anak bukan semata memamah begitu saja apa yang dikatakan orangtua dan guru. Seorang  anak harus mampu mengembangkan inisiatif dirinya sendiri.&lt;br /&gt;Caranya, seorang anak harus berani melakukan penyimpangan dari apa yang ditiru. Tanpa penyimpangan, anak hanya akan menerima apa saja yang dilihat, didengar, dan dirasakan. Penyimpangan hanya mungkin terjadi bila terdapat rangsangan yang baik, dari dalam maupun dari luar. Dari segi pendidikan, rangsangan yang baik berasal dari keluarga sebagai kelompok kecil dan paling dekat dengan anak, atau dari gurunya.&lt;br /&gt;Keserasian antara kedua kutub pendidikan itu sangat diperlukan. Tujuan utama dari pendidikan itu adalah social learning atau biasa juga disebut cultural learning. Tujuan ini akan tercapai bila sudah ditanamkan di dalan unit keluarga. Sekolah dan guru hanya suplemen dari tugas keluarga. Proses belajar dalam social learning banyak berlangsung dengan jalan imitasi dan identifikasi.&lt;br /&gt;Agar proses ini berlangsung baik diperlukan suasana dengn kualitas emosional tinggi. Setiap pujian, anjuran, nasihat dan ajakan orangtua dan guru akan diterima anak dengan jiwa lapang dan ikhlas. Banyak orangtua dan guru yang merasa telah mendidik anaknya dengan baik, tetapi tersentak kaget sebab anaknya bersikap aneh dan tidak bersikap baik dengan lingkunganya. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; juga orangtua yang merasa berhak atas segala kehidupan anak.&lt;br /&gt;Dipihak guru, ada guru yang memandang kebodohan murid di sekolah akibat kesalahan-kesalahan orangtua dalam mendidik anaknya di rumah, tanpa mau meneliti dahulu apakah cara mengajarnya selama ini sudah benar dan dapat dimengerti murid. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; juga guru yang menganggap murid sebagai bawahan yang harus mamatuhi apa saja yang dikatakan  tanpa punya hak untuk menolak atau merasa keberatan.&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin anak menjadi seorang yang penuh inisiatif, punya keyakinan yang besar atas kemampuan diri, berkeinginan untuk maju, punya harga diri, bermoral tinggi, dan mampu bekerja keras, padahal mereka tidak memeroleh contoh yang baik dari sekolah? Tidak mendapat gambaran gambaran terbaik dari keluarga?. Pendidikan sebagai social learning tidak mencapai sasarannya, sebab proses seni meniru yang merupakan bagian dari proses pendidikan itu tidak diperoleh anak. Anak kehilangan tokoh identifikasi dari lingkungan yang paling dekat.&lt;br /&gt;Apakah suasana seperti itu sudah terasa di dalam dunia pendidikan kita sekarang? Jikapun sudah, mungkin hasil dalam proses yang sangat awal sekali sehingga belum terasa hasilnya. Banyak pengalaman membawa kita kepada kesimpulan betapa masih banyak yang harus dibenahi, terutama dalam hal mengakrabkan murid dengan guru. Akrab disini berarti juga murid bisa menerima apa yang dikatakan gurunya tanpa rasa tertekan.&lt;br /&gt;Dengan demikian tidak selamanya murid harus meniru semua yang didengar, dilihat dan dirasakan dari guru. Kadangkala murid kita malah bersikap lebih baik, benar dan juga perlu ditiru. Mengapa kita harus malu mengakui kebaikan, kebenaran, dan kejujuran murid, dan sungkan menirunya?. Sekarang bagaimana kalau ternyata ada seorang murid yang terbentuk dari proses didikan orangtua yang baik, mempengaruhi pikiran kita sebagai guru. Pada kenyataannya guru harus memberi semangat, pujian, dan menerima sarannya dengan hati lapang dan ikhlas juga.&lt;br /&gt;Sebagai ilustrasi kejadian yang benar-benar nyata dikelas, penulis sebagai guru anak yang berkebutuhan khusus harus menerima kenyataan dan meniru murid tanpa rasa malu, selama murid bernilai positif.  &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; empat murid dikelas, yang dikategorikan tunagrahita sedang. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; dua murid yang sering “menggurui”. Dengan pembicaraan yang sangat polos seorang murid yang bernama Syaikhu sering mengatakan (dalam bahasa Jawa); Mangka’no sering ae lho ngrungokno lagu-lagu nyanyian sing nang kaset VCD, engkok sampean  lak apal, ambek pinter nyanyi koyok aku”.&lt;br /&gt;Memang dia hampir hafal semua lagu dari artis penyanyi, group band yang ada di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Kadang juga dia memberi saran, ”Lak sampean pingin cepet isok, delok’en tah lak ana wong kerja iku, delok’en terus, ambek ditakoni terus, tiruen kerjane, suwe-suwe sampean lak pinter, aku lho ngono, gak percaya tah”.  Memang dia termasuk anak yang cepat tanggap dengan pekerjaan apapaun yang ada di kelas.&lt;br /&gt;Selain Syaikhu, juga ada murid yang bernama Ulum, yang sering memberi kotbah. Juga dalam bahasa Jawa, “Lak pingin disayang Allah. Sampean seringo telepon nang Allah, maaf-maaf  yo”. Dengan seringnya penulis diceramai murid seperti itu, akhirnya penulis meniru apa yang sudah disarankan  mereka.  Mereka merasa senang karena nasehatnya sudah dituruti.&lt;br /&gt;Contoh seperti ini, ataupun contoh prilaku, bakat, dan potensi yang lain, mudah-mudahan juga bisa diterapkan oleh seorang guru yang mengajar murid yang berkebutuhan khusus, dan murid lainnya.  Inilah yang menjadi salah satu cara menghargai hak anak untuk berpendapat, mengoptimalkan kemampuan yang dimilikinya, mengasuh aspek perkembangan sosial emosional, meningkatkan rasa percaya dirinya,  berkomunikasi dan meningkatkan dialog dalam kelas.&lt;br /&gt;Menyongsong Hari Anak Nasional ini, sebagai guru yang baik, meresponsif terhadap kebutuhan sosial emosional setiap murid. Tidak malu meniru murid, selama murid bernilai positif, agar guru dapat intropeksi diri, dan meningkatkan kualitas dalam penyampaian proses pembelajaran.(Minggu Pendidikan Pertama Koran Pendidikan)&lt;/p&gt;  &lt;h1&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7706598887125859047-1473508024436179071?l=athika-unindrabio2a.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://athika-unindrabio2a.blogspot.com/feeds/1473508024436179071/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7706598887125859047&amp;postID=1473508024436179071' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7706598887125859047/posts/default/1473508024436179071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7706598887125859047/posts/default/1473508024436179071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://athika-unindrabio2a.blogspot.com/2008/06/cerita-unik-dalam-pendidikan.html' title='Cerita unik dalam Pendidikan'/><author><name>athika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00907222227004076165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_31fHLqqApG0/R-IqcJb8X_I/AAAAAAAAAAM/trVpbFItK4o/S220/Photo(179).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7706598887125859047.post-5228794793111608680</id><published>2008-06-24T02:36:00.000-07:00</published><updated>2008-06-24T02:41:57.718-07:00</updated><title type='text'>Standar Nasional Pendidikan</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Standar Nasional Pendidikan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;/span&gt;Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;br /&gt;&lt;p&gt; Standar Nasional Pendidikan terdiri dari :&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;a href="http://www.bsnp-indonesia.org/standards-kompetensi.php"&gt;Standar      Kompetensi Lulusan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;a href="http://www.bsnp-indonesia.org/standards-isi.php"&gt;Standar Isi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;a href="http://www.bsnp-indonesia.org/standards-proses.php"&gt;Standar Proses&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;a href="http://www.bsnp-indonesia.org/standards-pendidikan.php"&gt;Standar      Pendidikan dan Tenaga Kependidikan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;a href="http://www.bsnp-indonesia.org/standards-sarana.php"&gt;Standar Sarana      dan Prasarana&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;a href="http://www.bsnp-indonesia.org/standards-pengelolaan.php"&gt;Standar      Pengelolaan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;a href="http://www.bsnp-indonesia.org/standards-pembiayaan.php"&gt;Standar      Pembiayaan Pendidikan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;a href="http://www.bsnp-indonesia.org/standards-penilaian.php"&gt;Standar      Penilaian Pendidikan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fungsi dan Tujuan Standar&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Standar Nasional      Pendidikan berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan, pelaksanaan, dan      pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang      bermutu &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Standar Nasional      Pendidikan bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka      mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa      yang bermartabat. &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Standar Nasional      Pendidikan disempurnakan secara terencana, terarah, dan berkelanjutan      sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Standar Kompetensi&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Standar Kompetensi Lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah digunakan sebagai pedoman penilaian dalam menentukan kelulusan peserta didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar Kompetensi Lulusan tersebut meliputi standar kompetensi lulusan minimal satuan pendidikan dasar dan menengah, standar kompetensi lulusan minimal kelompok mata pelajaran, dan standar kompetensi lulusan minimal mata pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; &lt;a href="http://www.bsnp-indonesia.org/files/Permen_23_2006.pdf"&gt;No 23 Tahun 2006&lt;/a&gt; menetapkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Lampiran Permen ini meliputi: &lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;a href="http://www.bsnp-indonesia.org/files/SKL_PENDIDIKAN_MAPEL.pdf"&gt;SKL      Satuan Pendidikan &amp;amp; Kelompok Mata Pelajaran&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;a href="http://www.bsnp-indonesia.org/files/SKL_MAPEL_SD_MI.pdf"&gt;SKL Mata      Pelajaran SD-MI&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;a href="http://www.bsnp-indonesia.org/files/SKL_MAPEL_SMP_MTs.pdf"&gt;SKL Mata      Pelajaran SMP-MTs&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;a href="http://www.bsnp-indonesia.org/files/SKL_MSPEL_SMA_MA.pdf"&gt;SKL Mata      Pelajaran SMA-MA&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;a href="http://www.bsnp-indonesia.org/files/SKL_MAPEL_PLB_ABDE.pdf"&gt;SKL Mata      Pelajaran PLB ABDE&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;a href="http://www.bsnp-indonesia.org/files/SKL_MAPEL_SMK_MAK.pdf"&gt;SKL Mata      Pelajaran SMK-MAK&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pelaksanaan SI-SKL&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; &lt;a href="http://www.bsnp-indonesia.org/files/SK_Pelaksanaan_SI-SKL.pdf"&gt;No 24 Tahun 2006&lt;/a&gt; menetapkan tentang pelaksanaan standar isi dan standar kompetensi lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Panduan Penyusunan KTSP&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah ini dimaksudkan sebagai pedoman sekolah/madrasah dalam mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Sebagaimana ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, setiap sekolah/madrasah mengembangkan kurikulum berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Standar Isi (SI) dan berpedoman kepada panduan yang ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Panduan Penyusunan KTSP terdiri atas dua bagian, yaitu bagian pertama berupa &lt;a href="http://www.bsnp-indonesia.org/files/Panduan_Umum_KTSP.pdf"&gt;Panduan Umum&lt;/a&gt; dan bagian kedua berupa Model KTSP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satuan Pendidikan yang telah melakukan uji coba kurikulum 2004 secara menyeluruh diperkirakan mampu secara mandiri mengembangkan kurikulumnya berdasarkan SKL, SI dan Panduan Umum. Untuk itu Panduan Umum diterbitkan lebih dahulu agar memungkinkan satuan pendidikan tersebut, dan juga sekolah/madrasah lain yang mempunyai kemampuan, untuk mengembangkan kurikulum mulai tahun ajaran 2006/2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian kedua Panduan Penyusunan KTSP akan segera menyusul dan diharapkan akan dapat diterbitkan sebelum tahun ajaran baru 2006/2007. Waktu penyiapan yang lebih lama disebabkan karena banyaknya ragam satuan pendidikan dan model kurikulum yang perlu dikembangkan. Selain dari pada itu, model kurikulum diperlukan bagi satuan pendidik yang saat ini belum mampu mengembangkan kurikulum secara mandiri. Bagi satuan pendidikan ini, mempunyai waktu sampai dengan tiga tahun untuk mengembangkan kurikulumnya, yaitu selambat-lambatnya pada tahun ajaran 2009/2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Perubahan Permen No 24 Tahun 2006&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia &lt;a href="http://www.bsnp-indonesia.org/files/Permen_No_6_Tahun-2007.pdf"&gt;No 6 Tahun 2007&lt;/a&gt; tentang Perubahan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Standar Isi&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Standar Isi mencakup lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan minimal pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar isi tersebut memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban belajar, kurikulum tingkat satuan pendidikan, dan kalender pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; &lt;a href="http://www.bsnp-indonesia.org/files/Permen_22_2006.pdf"&gt;No 22 Tahun 2006&lt;/a&gt; tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, menetapkan: &lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;a href="http://www.bsnp-indonesia.org/files/Standar_Isi.pdf"&gt;Standar Isi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Standar Kompetensi dan      Kompetensi Dasar (&lt;a href="http://www.bsnp-indonesia.org/files/SD-MI.zip"&gt;SD-MI&lt;/a&gt;,      &lt;a href="http://www.bsnp-indonesia.org/files/SDLB.zip"&gt;SDLB&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.bsnp-indonesia.org/files/SMP-MTS.zip"&gt;SMP-MTs&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.bsnp-indonesia.org/files/SMPLB.zip"&gt;SMPLB&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.bsnp-indonesia.org/files/SMA-MA.zip"&gt;SMA-MA&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.bsnp-indonesia.org/files/SMALB.zip"&gt;SMALB&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.bsnp-indonesia.org/files/SMK-MAK.zip"&gt;SMK-MAK&lt;/a&gt;)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Standar Isi Kesetaraan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; &lt;a href="http://www.bsnp-indonesia.org/files/Permen_14_Th-2007.zip"&gt;No 14 Tahun 2007&lt;/a&gt; tentang Standar Isi untuk Program Paket A, Program Paket B dan Program Paket C. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Standar Proses&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Selain itu, dalam proses pembelajaran pendidik memberikan keteladanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kualifikasi akademik yang dimaksudkan di atas adalah tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompetensi sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan anak usia dini meliputi: &lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Kompetensi pedagogik;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Kompetensi kepribadian;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Kompetensi profesional; dan&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Kompetensi sosial.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Pendidik meliputi pendidik pada TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SDLB/SMPLB/SMALB, SMK/MAK, satuan pendidikan Paket A, Paket B dan Paket C, dan pendidik pada lembaga kursus dan pelatihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenaga kependidikan meliputi kepala sekolah/madrasah, pengawas satuan pendidikan, tenaga administrasi, tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium, teknisi, pengelola kelompok belajar, pamong belajar, dan tenaga kebersihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; yang berkaitan dengan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. &lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Peraturan Menteri      Pendidikan Nasional Republik &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; &lt;a href="http://www.bsnp-indonesia.org/files/Permen_12_Th-2007.pdf"&gt;No 12      Tahun 2007&lt;/a&gt; tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Peraturan Menteri      Pendidikan Nasional Republik &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; &lt;a href="http://www.bsnp-indonesia.org/files/Permen_13_Th-2007.pdf"&gt;No 13      Tahun 2007&lt;/a&gt; tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Peraturan Menteri      Pendidikan Nasional Republik &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; &lt;a href="http://www.bsnp-indonesia.org/files/Permen_16_Th-2007.zip"&gt;No 16      Tahun 2007&lt;/a&gt; tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Standar Sarana dan Prasarana&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan, ruang kelas, ruang pimpinan satuan pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi daya dan jasa, tempat berolahraga, tempat beribadah, tempat bermain, tempat berkreasi, dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; yang berkaitan dengan Standar Sarana dan Prasarana. &lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Peraturan Menteri      Pendidikan Nasional Republik Indonesia &lt;a href="http://www.bsnp-indonesia.org/files/Permen_24_Th-2007.zip"&gt;No 24      Tahun 2007&lt;/a&gt; tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk Sekolah      Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah      Tsanawiyah (SMP/MTs), dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA). &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Standar Pengelolaan&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Standar Pengelolaan terdiri dari 3 (tiga) bagian, yakni standar pengelolaan oleh satuan pendidikan, standar pengelolaan oleh Pemerintah Daerah dan standar pengelolaan oleh Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; yang berkaitan dengan Standar Pengelolaan. &lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Peraturan Menteri      Pendidikan Nasional Republik &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; &lt;a href="http://www.bsnp-indonesia.org/files/Permen_19_Th-2007.zip"&gt;No 19      Tahun 2007&lt;/a&gt; tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan      Pendidikan Dasar dan Menengah.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar Pembiayaan Pendidikan&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pembiayaan pendidikan terdiri atas biaya investasi, biaya operasi, dan biaya personal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya investasi satuan pendidikan sebagaimana dimaksud di atas meliputi biaya penyediaan sarana dan prasarana, pengembangan sumberdaya manusia, dan modal kerja tetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya personal sebagaimana dimaksud pada di atas meliputi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta didik untuk bisa mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya operasi satuan pendidikan sebagaimana dimaksud di atas meliputi: &lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Gaji pendidik dan tenaga      kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pada gaji,&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Bahan atau peralatan      pendidikan habis pakai, dan&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Biaya operasi pendidikan      tak langsung berupa daya, air, jasa telekomunikasi, pemeliharaan sarana      dan prasarana, uang lembur, transportasi, konsumsi, pajak, asuransi, dan      lain sebagainya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Standar Penilaian Pendidikan&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: &lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Penilaian hasil belajar      oleh pendidik;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Penilaian hasil belajar      oleh satuan pendidikan; dan&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Penilaian hasil belajar      oleh Pemerintah.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi terdiri atas: &lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Penilaian hasil belajar      oleh pendidik; dan&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Penilaian hasil belajar      oleh satuan pendidikan tinggi.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi sebagaimana dimaksud di atas diatur oleh masing-masing perguruan tinggi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; yang berkaitan dengan Standar Penilaian Pendidikan. &lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Peraturan Menteri      Pendidikan Nasional Republik &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; &lt;a href="http://www.bsnp-indonesia.org/files/Permen_20_Th-2007.zip"&gt;No 20      Tahun 2007&lt;/a&gt; tentang Standar Penilaian Pendidikan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;© 2007 Badan Standar Nasional Pendidikan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Website Resmi Badan Standar Nasional Pendidikan &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7706598887125859047-5228794793111608680?l=athika-unindrabio2a.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://athika-unindrabio2a.blogspot.com/feeds/5228794793111608680/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7706598887125859047&amp;postID=5228794793111608680' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7706598887125859047/posts/default/5228794793111608680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7706598887125859047/posts/default/5228794793111608680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://athika-unindrabio2a.blogspot.com/2008/06/standar-nasional-pendidikan.html' title='Standar Nasional Pendidikan'/><author><name>athika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00907222227004076165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_31fHLqqApG0/R-IqcJb8X_I/AAAAAAAAAAM/trVpbFItK4o/S220/Photo(179).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7706598887125859047.post-2966006900416643307</id><published>2008-06-24T02:28:00.000-07:00</published><updated>2008-06-24T02:34:48.309-07:00</updated><title type='text'>Filsafat pendidiksn</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;1. Filsafat Pendidikan Progresivisme&lt;/b&gt; bukan merupakan bangunan filsafat atau aliran filsafat yang berdiri sendiri, melainkan merupakan suatu gerakan dan perkumpulan yang didirikan pada tahun 1918. Aliran ini berpendapat bahwa pengetahuan yang benar pada masa kini mungkin tidak benar di masa mendatang. Pendidikan harus terpusat pada anak bukannya memfokuskan pada guru atau bidang muatan. Beberapa(a) Suka melihat manusia sebagai pemecah persoalan (problem-solver) yang baik. (b) Oposisi bagi setiap upaya pencarian kebenaran absolut. (c) Lebih tertarik kepada perilaku pragmatis yang dapat berfungsi dan berguna dalam hidup. (d) Pendidikan dipandang sebagai suatu proses. (e) Mencoba menyiapkan orang untuk mampu menghadapi persoalan aktual atau potensial dengan keterampilan yang memadai. (f) Mempromosikan pendekatan sinoptik dengan menghasilkan sekolah dan masyarakat bagi humanisasi. (g) Bercorak student-centered. (h) Pendidik adalah motivator dalam iklim demoktratis dan menyenangkan. (i) Bergerak sebagai eksperimentasi alamiah dan promosi perubahan yang berguna untuk pribadi atau masyarakat tokoh dalam aliran ini : George Axtelle, william O. Stanley, Ernest Bayley, Lawrence B.Thomas, Frederick C. Neff&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Filsafat Pendidikan Esensialisme &lt;/b&gt;adalah suatu filsafat pendidikan konservatif yang pada mulanya dirumuskan sebagai suatu kritik pada trend-trend progresif di sekolah-sekolah. Mereka berpendapat bahwa pergerakan progresif telah merusak standar-standar intelektual dan moral di antara kaum muda. (a) Berkaitan dengan hal-hal esensial atau mendasar yang seharusnya manusia tahu dan menyadari sepenuhnya tentang dunia dimana mereka tinggal dan juga bagi kelangsungan hidupnya. (b) Menekankan data fakta dengan kurikulum yang tampak bercorak vokasional. (c) Konsentrasi studi pada materi-materi dasar tradisional seperti: membaca, menulis, sastra, bahasa asing, matematika, sejarah, sains, seni dan musik. (d) Pola orientasinya bergerak dari skill dasar menuju skill yang bersifat semakin kompleks. (e) Perhatian pada pendidikan yang bersifat menarik dan efisien. (f) Yakin pada nilai pengetahuan untuk kepentingan pengetahuan itu sendiri. (g) Disiplin mental diperlukan untuk mengkaji informasi mendasar tentang dunia yang didiami serta tertarik pada kemajuan masyarakat teknis. Beberapa tokoh dalam aliran ini: william C. Bagley, Thomas Briggs, Frederick Breed dan Isac L. Kandell.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Filsafat Pendidikan Perenialisme &lt;/b&gt;Merupakan suatu aliran dalam pendidikan yang lahir pada abad kedua puluh. Perenialisme lahir sebagai suatu reaksi terhadap pendidikan progresif. Mereka menentang pandangan progresivisme yang menekankan perubahan dan sesuatu yang baru. Perenialisme memandang situasi dunia dewasa ini penuh kekacauan, ketidakpastian, dan ketidakteraturan, terutama dalam kehidupan moral, intelektual dan sosio kultual. Oleh karena itu perlu ada usaha untuk mengamankan ketidakberesan tersebut, yaitu dengan jalan menggunakan kembali nilai-nilai atau prinsip-prinsip umum yang telah menjadi pandangan hidup yang kukuh, kuat dan teruji. (a) Berhubungan dengan perihal sesuatu yang terakhir. Cenderung menekankan seni dan sains dengan dimensi perennial yang bersifat integral dengan sejarah manusia. (b) Pertama yang harus diajarkan adalah tentang manusia, bukan mesin atau teknik. Sehingga tegas aspek manusiawinya dalam sains dan nalar dalam setiap tindakan. (c) Mengajarkan prinsip-prinsip dan penalaran ilmiah, bukan fakta. (d) Mencari hukum atau ide yang terbukti bernilai bagi dunia yang kita diami. (e) Fungsi pendidikan adalah untuk belajar hal-hal tersebut dan mencari kebenaran baru yang mungkin. (f) Orientasi bersifat philosophically-minded. Jadi, fokus pada perkembangan personal. (g) Memiliki dua corak:&lt;br /&gt;(1) Perennial Religius: Membimbing individu kepada kebenaran utama (doktrin, etika dan penyelamatan religius). Memakai metode trial and error untuk memperoleh pengetahuan proposisional. (2) Perennial Sekuler: Promosikan pendekatan literari dalam belajar serta pemakaian seminar dan diskusi sebagai cara yang tepat untuk mengkaji hal-hal yang terbaik bagi dunia (Socratic method). Disini, individu dibimbing untuk membaca materi pengetahuan secara langsung dari buku-buku sumber yang asli sekaligus teks modern. Pembimbing berfungsi memformulasikan masalah yang kemudian didiskusikan dan disimpulkan oleh kelas. Sehingga, dengan iklim kritis dan demokratis yang dibangun dalam kultur ini, individu dapat mengetahui pendapatnya sendiri sekaligus menghargai perbedaan pemikiran yang ada.Beberapa tokoh pendukung gagasan ini adalah: Robert Maynard Hutchins dan ortimer Adler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Filsafat Pendidikan rekonstruksionisme&lt;/b&gt; merupakan kelanjutan dari gerakan progresivisme. Gerakan ini lahir didasarkan atas suatu anggapan bahwa kaum progresif hanya memikirkan dan melibatkan diri dengan masalah-masalah masyarakat yang ada sekarang. Rekonstruksionisme dipelopori oleh George Count dan Harold Rugg pada tahun 1930, ingin membangun masyarakat baru, masyarakat yang pantas dan adil. (a) Promosi pemakaian problem solving tetapi tidak harus dirangkaikan dengan penyelesaian problema sosial yang signifikan. (b) Mengkritik pola life-adjustment (perbaikan tambal-sulam) para Progresivist. (c) Pendidikan perlu berfikir tentang tujuan-tujuan jangka pendek dan jangka panjang. Untuk itu pendekatan utopia pun menjadi penting guna menstimuli pemikiran tentang dunia masa depan yang perlu diciptakan. (d) Pesimis terhadap pendekatan akademis, tetapi lebih fokus pada penciptaan agen perubahan melalui partisipasi langsung dalam unsur-unsur kehidupan. (e) Pendidikan berdasar fakta bahwa belajar terbaik bagi manusia adalah terjadi dalam aktivitas hidup yang nyata bersama sesamanya. (f) Learn by doing! (Belajar sambil bertindak). Beberapa tokoh dalam aliran ini:Caroline Pratt, George Count, Harold Rugg.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7706598887125859047-2966006900416643307?l=athika-unindrabio2a.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://athika-unindrabio2a.blogspot.com/feeds/2966006900416643307/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7706598887125859047&amp;postID=2966006900416643307' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7706598887125859047/posts/default/2966006900416643307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7706598887125859047/posts/default/2966006900416643307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://athika-unindrabio2a.blogspot.com/2008/06/filsafat-pendidiksn.html' title='Filsafat pendidiksn'/><author><name>athika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00907222227004076165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_31fHLqqApG0/R-IqcJb8X_I/AAAAAAAAAAM/trVpbFItK4o/S220/Photo(179).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7706598887125859047.post-4053715817936357826</id><published>2008-06-14T23:48:00.000-07:00</published><updated>2008-06-14T23:50:09.957-07:00</updated><title type='text'>Filsafat Pendidikan</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="border: 1.5pt outset ; width: 0cm;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" width="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt; width: 17%;" valign="top" width="17%"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a name="0.1_table01"&gt;&lt;/a&gt;Dasar Filosofi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt; width: 19%;" valign="top" width="19%"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Perennealisim &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Realis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt; width: 20%;" valign="top" width="20%"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Essentialism &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Idealis, Realis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt; width: 20%;" valign="top" width="20%"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Progressivism &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Pragmatis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt; width: 21%;" valign="top" width="21%"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Reconstructivism &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Pragmatis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tujuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mengembangkan kekhususan makhluk manusia yang unik, yaitu   kemampuan berpikir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Meningkatkan kemapuan berpikir yang berkaitan dengan   hal-hal esensial / mendasar yang seharusnya manusia tahu, untuk kelangsungan   hidupnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mengembangkan teori teri pendidikan yang mendasarkan diri   pada salah satu prinsip: anak harus bebas untuk dapat berkembang secara   wajar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Membangun masyarakat baru yang pantas dan adil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pengetahuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Cenderung menekankan seni dan sains dengan dimensi   perennial yang bersifat integral dengan sejarah manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Yakin pada pengetahuan untuk kepentingan pengetahuan itu   sendiri ; Mengkritik progresivisme karena merusak standar-standar intelektual   dan moral diantara kaum muda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pengetahuan yang benar dimasa kini mungkin tidak benar   dimasa mendatang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pendidikan perlu berfikir tentag tujuaj jangka panjang dan   jangka pendek, untuk itu pendekatan utopia pun menjadi penting guna   menstimuli pemikiran tentang dunia masa depam yang perlu diciptakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Nilai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mengenal kebenaran abadi dan universal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Disiplin mental diperlukan untuk mengkaji informasi   mendasar tentang dunia yang didiami serta tertarik pada kemajuan masyarakat   teknis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Aliran ini menentang pendidikan tradisional; Pendidikan   harus terpusat pada anak bukannya memfokuskan pada guru atau bidang muatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pesimis terhadap pendekatan akademis, tetapi lebih fokus   pada penciptaan agen perubahan melalui partisipasi langsung dalam unsur-unsur   kehidupan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Materi kurikulum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kurikulum bersifat wajib dan berlaku umum, yang harus   mencakup: Bahasa, Matematika, Logika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Sejarah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mulai timbul pemisah antara pelajaran-pelajara teoritik   yang memerdekakan akal dengan pelajaran-pelajaran praktek.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Guru sebagai pemimpin dalam metode proyek yang nenberi   peranan kepada murid cukup besar dalam proses pendidikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Promosi pemakaian problem solving tetapi tidak harus   dirangkaikan dengan penyelesaian problema social yang signifikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Metode&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Membimbing individu kepada kebenaran utama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Menitikberatkan penerapan prinsip idealisme/   realisme,fisafat idealisme memberikan dasar tinjauan filosofis bagi materi   pelajaran sejarah, sedangkan IPA berdasarkan tinjauan yang realistik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Bercorak student-centered, pendidik adalah motivator dalam   iklim demokratis dan menyenagkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pendidikan berdasar fakta bahwa belajar terbaik bagi   manusia adalah terjadi dalam aktivitas hidup yang nyata bersama seseamanya &lt;i&gt;Learn   by doing &lt;/i&gt;(belajar sambil bertindak)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; Pemikir Besar/ Ahli&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Robert Maynard Hutchins, Ortimer Adler.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;William C.Bagley, Yhomas Briggs, Frederick Breed, dan Isac   L. Kandell.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;George Axtelle, William D. Stanley, Ernest Bayley&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Caroline Pratt, George Count, Harold Hugg&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7706598887125859047-4053715817936357826?l=athika-unindrabio2a.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://athika-unindrabio2a.blogspot.com/feeds/4053715817936357826/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7706598887125859047&amp;postID=4053715817936357826' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7706598887125859047/posts/default/4053715817936357826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7706598887125859047/posts/default/4053715817936357826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://athika-unindrabio2a.blogspot.com/2008/06/filsafat-pendidikan.html' title='Filsafat Pendidikan'/><author><name>athika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00907222227004076165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_31fHLqqApG0/R-IqcJb8X_I/AAAAAAAAAAM/trVpbFItK4o/S220/Photo(179).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7706598887125859047.post-3982102658058096993</id><published>2008-03-28T02:33:00.000-07:00</published><updated>2008-03-28T02:39:47.847-07:00</updated><title type='text'>Permendiknas No.22,23,24</title><content type='html'>&lt;p class="MsoTitle"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;font-size:13;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoTitle"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;PERATURAN &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoTitle"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;&lt;span style="text-decoration: none;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;REPUBLIK INDONESIA &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;NOMOR 24 &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;TAHUN 2006&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;                                           &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2 style=""&gt;&lt;span style="text-decoration: none;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;TENTANG&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;PELAKSANAAN &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;22 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR ISI &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;UNTUK SATUAN&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;TENTANG &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;STANDAR &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;KOMPETENSI &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;LULUSAN UNTUK SATUAN &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -1in;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 8pt 1.25in; text-indent: -1.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Menimbang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;bahwa agar Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22&lt;span style=""&gt;                       &lt;/span&gt;Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dapat dilaksanakan di satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah secara baik, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tentang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 8pt 1.5in; text-indent: -107.65pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Mengingat&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;1.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 8pt 1.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496);&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-bottom: 8pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-bottom: 8pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 8pt 1.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tatakerja Kementrian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2005;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 8pt 1.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan Keputusan Presiden&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Nomor 20/P Tahun 2005;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 8pt 1.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 8pt 1.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;                                                                                                &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;MEMUTUSKAN:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 99pt; text-align: center; text-indent: -99pt;" align="center"&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-align: justify; text-indent: -1.5in;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Menetapkan&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;PERATURAN &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 22 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR ISI &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR KOMPETENSI LULUSAN UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-align: justify; text-indent: -1.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Pasal 1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Satuan pendidikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dasar dan menengah mengembangkan dan menetapkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah sesuai kebutuhan satuan pendidikan &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang bersangkutan berdasarkan pada : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 36 sampai dengan Pasal 38;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Peraturan Pemerintah&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 5 sampai dengan Pasal 18, dan Pasal 25 sampai dengan Pasal 27;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Peraturan Menteri Pendidikan Nasional &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat mengembangkan kurikulum dengan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;standar yang lebih tinggi dari Standar Isi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sebagaimana &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Standar Kompentesi Lulusan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;(3)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Pengembangan dan penetapan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kurikulum tingkat satuan pendidikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dasar dan menengah memperhatikan panduan penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah yang disusun Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;(4)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat mengadopsi atau mengadaptasi model kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah yang disusun oleh BSNP.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;(5)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Kurikulum satuan pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh kepala satuan pendidikan dasar dan menengah setelah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memperhatikan pertimbangan dari Komite Sekolah atau Komite Madrasah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Pasal 2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -21pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat menerapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah mulai tahun ajaran 2006/2007.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: -3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -21pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Satuan pendidikan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dasar dan menengah harus sudah mulai menerapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;paling lambat tahun ajaran 2009/2010.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;(3)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Satuan&lt;span style="color:blue;"&gt; &lt;/span&gt;pendidikan dasar dan menengah &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang telah melaksanakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;uji coba kurikulum 2004 secara menyeluruh dapat menerapkan secara menyeluruh Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;semua tingkatan kelasnya mulai tahun ajaran 2006/2007.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;(4)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Satuan pendidikan dasar dan menengah &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang belum melaksanakan uji coba kurikulum 2004, melaksanakan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah secara bertahap dalam waktu paling lama 3 tahun, dengan tahapan :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Untuk sekolah dasar (SD), madrasah ibtidaiyah (MI), &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dan sekolah dasar luar biasa (SDLB):&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;- tahun I&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;: kelas 1 dan 4;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;- tahun II&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;: kelas 1,2,4, dan 5;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;- tahun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;III&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;: kelas 1,2,3,4,5 dan 6.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Untuk sekolah menengah pertama (SMP), madrasah tsanawiyah (MTs), sekolah menengah atas (SMA), madrasah aliyah (MA), sekolah menengah kejuruan (SMK), madrasah aliyah kejuruan (MAK), sekolah menengah pertama luar biasa (SMPLB), dan sekolah menengah atas luar biasa (SMALB) :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;- tahun I&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;: kelas 1;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;- tahun II&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;: kelas 1 dan 2;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;- tahun III&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;: kelas 1,2, dan 3.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;(5)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Penyimpangan terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat dilakukan setelah mendapat izin Menteri Pendidikan Nasional.&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Pasal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Gubernur dapat mengatur jadwal pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;"&gt;untuk satuan pendidikan menengah dan satuan pendidikan khusus, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;disesuaikan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di provinsi masing-masing. &lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Bupati/walikota dapat mengatur jadwal pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah,&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt; &lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;"&gt;untuk satuan pendidikan dasar,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di kabupaten/kota masing-masing.&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;(3)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Menteri Agama dapat mengatur jadwal pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;untuk satuan pendidikan m&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;"&gt;adrasah ibtidaiyah (MI),&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;madrasah tsanawiyah (MTs), &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;madrasah aliyah (MA), dan madrasah aliyah kejuruan (MAK),&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;d&lt;/span&gt;isesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan yang bersangkutan.&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Pasal 4&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;BSNP melakukan pemantauan perkembangan dan evaluasi pelaksanaan &lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;"&gt;Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, &lt;/span&gt;pada tingkat satuan pendidikan, secara nasional.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;BSNP dapat mengajukan usul revisi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;"&gt;Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sesuai dengan keperluan berdasarkan pemantauan hasil evaluasi sebagaimana&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dimaksud pada ayat (1).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Pasal 5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Direktorat Jenderal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Manajemen&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pendidikan Dasar dan Menengah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;menggandakan &lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;"&gt;Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah,&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;serta mendistribusikannya kepada setiap satuan pendidikan secara nasional;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;melakukan usaha secara nasional agar sarana dan prasarana satuan pendidikan dasar dan menengah dapat &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;mendukung penerapan &lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;"&gt;Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: center; text-indent: -27pt;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: center; text-indent: -27pt;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Pasal 6&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Direktorat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jenderal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;melakukan sosialisasi &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;"&gt;Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, dan panduan penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah yang disusun BSNP, &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;terhadap guru, kepala sekolah&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;"&gt;, pengawas, dan tenaga kependidikan lainnya yang relevan melalui Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan/atau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pusat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pengembangan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan Penataran Guru (PPPG);&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;melakukan sosialisasi &lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;"&gt;Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, dan panduan penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah yang disusun &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;BSNP &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;kepada dinas pendidikan provinsi,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dinas pendidikan kabupaten/kota, dan dewan pendidikan;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;membantu pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam penjaminan mutu satuan pendidikan dasar dan menengah agar&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;dapat memenuhi &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;melalui LPMP.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Pasal 7&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;mengembangkan model-model kurikulum&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebagai masukan bagi BSNP;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;mengembangkan dan mengujicobakan model-model kurikulum inovatif;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;mengembangkan dan mengujicobakan model kurikulum untuk pendidikan layanan khusus;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;bekerjasama dengan perguruan tinggi dan/atau LPMP melakukan pendampingan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;satuan pendidikan dasar dan menengah dalam pengembangan kurikulum satuan pendidikan dasar dan menengah;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;memonitor secara nasional penerapan &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;mengevaluasinya, dan mengusulkan rekomendasi kebijakan kepada BSNP dan/atau Menteri;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;f.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;m&lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;engembangkan pangkalan data yang rinci tentang pelaksanaan &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah&lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;Pasal 8&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Direktorat Jenderal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pendidikan Tinggi:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;melakukan sosialisasi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;di kalangan lembaga pendidikan tenaga keguruan (LPTK);&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;memfasilitasi pengembangan kurikulum dan tenaga dosen LPTK yang mendukung pelaksanaan &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah&lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;Pasal 9&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Sekretariat Jenderal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;"&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;elakukan sosialisasi &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;kepada pemangku kepentingan umum.&lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;Pasal 10&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;Departemen lain yang menyelenggarakan satuan pendidikan dasar dan &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;menengah :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;melakukan sosialisasi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah&lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt; sesuai dengan kewenangannya dan berkoordinasi dengan Departemen Pendidikan Nasional;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;mengusahakan secara nasional sesuai dengan kewenangannya agar sarana, prasarana, dan sumber daya manusia satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangannya mendukung &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;pelaksanaan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Menengah&lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;melakukan supervisi, memantau, dan mengevaluasi pelaksanaan &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Peraturan Menteri &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah&lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;sesuai dengan kewenangannya. &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Pasal 11&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini, Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Nomor 060/U/1993 tentang Kurikulum Pendidikan Dasar;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Nomor 061/U/1993 tentang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kurikulum Sekolah Menengah Umum;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Nomor 080/U/1993 tentang Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan; dan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Nomor 0126/U/1994 tentang Kurikulum Pendidikan Luar Biasa;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;dinyatakan tidak berlaku bagi satuan pendidikan dasar dan menengah sejak satuan pendidikan dasar dan menengah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang bersangkutan melaksanakan Peraturan Menteri ini sebagaimana diatur dalam &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Pasal 2 dan Pasal 3.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Pasal 12&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 3.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Ditetapkan di Jakarta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 3.25in;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.15pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;pada tanggal 2 Juni 2006&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 3.25in;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.4pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 3.25in;"&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.4pt;font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 3.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;TTD.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 3.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:13;"  lang="IN" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;BAMBANG SUDIBYO&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:13;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:13;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:13;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7706598887125859047-3982102658058096993?l=athika-unindrabio2a.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://athika-unindrabio2a.blogspot.com/feeds/3982102658058096993/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7706598887125859047&amp;postID=3982102658058096993' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7706598887125859047/posts/default/3982102658058096993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7706598887125859047/posts/default/3982102658058096993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://athika-unindrabio2a.blogspot.com/2008/03/permendiknas-no222324.html' title='Permendiknas No.22,23,24'/><author><name>athika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00907222227004076165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_31fHLqqApG0/R-IqcJb8X_I/AAAAAAAAAAM/trVpbFItK4o/S220/Photo(179).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7706598887125859047.post-7003427413996109767</id><published>2008-03-24T02:54:00.000-07:00</published><updated>2008-03-24T02:58:30.173-07:00</updated><title type='text'>Orientasi Pembaharuan Pendidikan</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Pendidikan dalam sejarah peradaban anak manusia adalah salah satu komponen kehidupan yang paling urgen. Aktifitas ini telah dan akan terus berjalan semenjak manusia pertama ada di dunia sampai berakhirnya kehidupan di muka bumi ini. Bahkan kalau ditarik mundur lebih jauh lagi, kita akan dapatkan bahwa pendidikan telah mulai berproses semenjak Allah swt. menciptakan manusia pertama Adam di sorga dimana Allah telah mengajarkan kepada beliau semua nama-nama yang oleh para malaikat belum dikenal sama sekali (QS Al Baqarah: 31-33).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Semenjak manusia berinteraksi dengan aktifitas pendidikan ini semenjak itulah manusia telah berhasil merealisasikan berbagai perkembangan dan kemajuan dalam segala lini kehidupan mereka. Bahkan pendidikan adalah suatu yang alami dalam perkembangan peradaban manusia (1).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Dan secara paralel proses pendidikan pun mengalami kemajuan yang sangat pesat, baik dalam bentuk metode, sarana maupun target yang akan dicapai. Karena hal ini merupakan salah satu sifat dan keistimewaan dari pendidikan, yaitu selalu bersifat maju (taqaddumiyyah). Sehingga apabila sebuah pendidikan tidak mengalami serta tidak menyebabkan suatu kemajuan atau malah menimbulkan kemunduran maka tidaklah dinamakan pendidikan. Karena pendidikan adalah sebuah aktifitas yang integral yang mencakup target, metode dan sarana dalam membentuk manusia-manusia yang mampu berinteraksi dan beradabtasi dengan lingkungannya, baik internal maupun eksternal demi terwujudnya kemajuan yang lebih baik (2).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Sebagai contoh nyata dari argumen di atas dapat kita lihat dari dua kenyataan berikut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: lucida grande;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Pertama&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;, ketika Uni Sovyet meluncurkan pesawat luar angkasanya yamg pertama spotnic pada 4 oktober 1957, Amerika Serikat tergoncang dengan dahsyatnya. Demam spotnic melanda seantero Amerika. Betapa tidak, karena Amerika adalah negara besar pemenang perang dunia II telah kedahuluan oleh Uni Sovyet. Sampai-sampai presiden AS ketika itu membentuk tim khusus untuk merespon kejadian besar ini. Tim tersebut bukan bertugas menyelidiki kenapa Uni Sovyet berhasil mendahului mereka dalam meluncurkan pesawat luar angkasa, melainkan mereka mendapat intruksi lansung dari presiden untuk melakukan suatu tugas yang tidak disangka-sangka oleh para pengamat politik waktu itu. Tugas mereka adalah meninjau kembali kurikulum pendidikan AS mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai tingkat perguruan tinggi. Dengan bekerja keras dan dalam waktu yang singkat tim tersebut berhasil mengeluarkan statement yang menyatakan bahwa kurikulum pendidikan AS dari semua jenjang pendidikan sudah tidak layak lagi dan harus direvisi. Sebuah keputusan yang teramat berani waktu itu. Tapi itulah sebuah konsekuensi kalau hendak berkompetisi dalam kemajuan peradaban.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Amerika pun mulai melakukan pembaharuan pendidikan dalam segala segi dan dimensinya. Mulai dari kurikulum, mata pelajaran, tenaga pengajar, sarana pendidikan sampai kepada sistem evaluasi pendidikan. Usaha mereka dengan sangat cepat membuahkan hasil yang sangat luar biasa. Pada tanggal 14 juli 1969 mereka berhasil meletakkan manusia pertama di permukaan bulan. Hanya dalam kurun waktu 12 tahun mereka berhasil mengungguli teknologi Uni Sovyet. Waktu yang relatif singkat, kurang dari masa pendidikan seorang anak dari tingkat dasar sampai jenjang perkuliahan (3)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Hasil lain dari itu tentunya dapat disaksikan oleh dunia semuanya dimana AS sekarang telah menjadi kekuatan tunggal setelah runtuhnya &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;US&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: lucida grande;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;, kejadian yang hampir serupa sebenarnya pernah terjadi di Jepang seusai kekalahan mereka dalam perang dunia II dengan dibom atomnya &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Hiroshima&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Nagasaki&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;. Jepang praktis lumpuh dalam segala segi kehidupan. Bahkan kaisar Jepang waktu itu menyatakan bahwa mereka sudah tidak punya apa-apa lagi kecuali tanah dan air. Belum lagi hukuman sebagai orang yang kalah perang yang melarang Jepang untuk membangun angkatan bersenjata. Semua itu merupakan hambatan yang sangat besar untuk dapat bangkit dan membangun sebuah peradaban baru. Tapi perkiraan akal manusia tidak selamanya benar. Jepang bangkit perlahan-lahan dengan memperbarui sistem pendidikan mereka dalam semua jenjang pendidikan. Dalam masa yang relatif singkat Jepang berhasil membangun negara mereka menjadi negara yang kuat dalam bidang ekonomi dan pendidikan. Bahkan merupakan negara ekonomi terkuat yang menjadi ancaman bagi AS sendiri. Coba kita bandingkan dengan &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; yang mulai membangun diri pada waktu yang sama dengan Jepang (kita merdeka 1945 dan Jepang di bom atom 1945). Jepang telah berlari jauh di depan, kita malah masih tertatih-tatih bahkan jalan di tempat dan kadang kala juga mundur ke balakang. Contoh nyata dari kemajuan pendidikan di Jepang adalah berobahnya pengertian buta huruf dikalangan rakyat Jepang. Buta huruf yang sudah tidak ada lagi di Jepang mempunyai pengetian "tidak bisa menggunakan komputer". Betapa jauhnya pengertian ini dengan pengertian aslinya di kalangan dunia ketiga, yang berarti tidak bisa tulis dan baca.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Dua fenomena di atas merupakan gambaran nyata dari urgensi pendidikan yang telah dipahami dan diaplikasikan dengan baik oleh AS dan Jepang. Langkah yang mereka ambil telah membuktikan kepada dunia bahwa kemajuan pendidikan berarti kemajuan sebuah bangsa. Dan bangsa manapun di dunia ini yang mengabaikan pendidikan maka tunggulah kehancurannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h3 style="font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Pembaruan Pendidikan &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; Sebuah Keharusan&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p style="font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Kalau kita mengamati pendidikan di &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; maka kita akan mendapatkan beberapa fenomena dan indikasi yang sangat tidak kondusif untuk mewujudkan &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; menjadi negara maju dalam bidang pendidikan apalagi dalam bidang ekonomi. Fenomena dan indikasi tersebut antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h4 style="font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;1. Rendahnya mutu dan tingkat pendidikan para tenaga pengajar di semua jenjang pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;p style="font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Fenomena ini dapat ditangkap dengan mudah oleh siapa saja yang memiliki sedikit wawasan mengenai kependidikan. Walaupun tentunya penelitian ilmiah mengenai masalah ini sangat perlu dilakukan agar kesimpulan yang diambil lebih bernilai objektif. Namun secara sederhana dapat kita ketengahkan beberapa indikasi umum yang diketahui oleh banyak orang. Berdasarkan jenjang pendidikan yang telah diselesaikan oleh para pendidik, dapat kita temukan kondisi berikut ini: para guru di tingkat pendidikan dasar di &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; sangat jarang diantara mereka yang memiliki ijazah strata satu (S1). Rata-rata adalah tamatan sekolah menengah atau sarjana muda. Untuk tingkat pendidikan menengah pertama dan atas, maka akan kita temukan juga kondisi yang hampir sama. Tenaga pengajar ditingkat ini kebanyakan sarjana muda dan sedikit sekali yang merupakan sarjana penuh. Dan bisa dikatakan tidak ada diantara mereka yang tamatan S2. Selanjutnya untuk tingkat perguruan tinggi secara umum, dan jenjang S1 secara khusus, masih banyak sekali dosen yang hanya tamatan S1. Dalam waktu yang sama sangat jarang dosen yang bergelar Doktor mengajar di tingkat ini. Bahkan diantara dosen-dosen yang hanya memiliki ijazah S1 tersebut kadang kala tidak mengisi mata kuliahnya, tetapi digantikan oleh asistennya yang biasanya adalah mahasiswa/ mahasiswi tahun terakhir yang berprestasi atau sarjana baru.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Sementara itu kalau ditinjau dari segi kesiapan mereka secara ilmiah dalam aktifitas belajar mengajar, maka mayoritas dari sarjana atau tenaga pengajar yang terjun kebidang pendidikan ini tidak memiliki spesialisasi dalam bidang pendidikan. Artinya bukan lulusan dari fakultas pendidikan dan sejenisnya. Terutama untuk tingkat pendidikan menengah ke bawah. Padahal ilmu-ilmu pendidikan sangat perlu dimiliki oleh siapa saja yang menggeluti aktifitas mendidik. Karena mendidik bukanlah sekedar transfer ilmu pengetahuan dari guru kepada murid atau siswa, tetapi ia merupakan aktifitas yang komplek dan integral yang mempunyai metode dan seni tersendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Kalau kita adakan studi komparatif secara kasar dengan sebagian negara-negara arab yang nota bene negara ketiga seperti negara kita, maka kita akan sedikit tertinggal dari mereka. Padahal sering ejekan dari mulut kita bahwa orang-orang arab tidak lebih maju dari kita. Di Mesir saja tidak ada sarjana S1 yang mengajar di tingkat S1. Minimal tenaga pengajarnya adalah S2, tapi kebanyakan adalah Doktor (S3). Untuk tingkat sekolah menengah tidak ada tenaga pengajar yang lulusan sekolah menengah juga, kebanyakan lulusan S1, bahkan tidak jarang yang sudah magister ataupun lulusan Diploma Khusus (tingkatan setelah S1). Dan tidak jarang pula guru-guru pada tingkat pendidikan dasar pemilik ijazah diploma khusus tadi. Sementara itu di negara teluk terutama &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Kuwait&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; dan Emirat Arab, mewajibkan tenaga pengajar untuk pendidikan tingkat menengah pertama ke bawah adalah lulusan dari fakultas-fakultas pendidikan. Ini baru perbandingan kasar dengan sebagian negara Arab, apalagi kalau kita bandingkan dengan negara maju seperti Amerika dan Inggris, maka kita akan sangat jauh tertinggal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h4 style="font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;2. Rendahnya kemampuan sarjana-sarjana &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;p style="font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Gejala yang kedua ini merupakan akibat logis dari fenomena yang kita sebutkan di atas. Karena kapasitas dan kapabilitas para pendidik (dosen) akan berakibat lansung terhadap mutu yang mahasiswanya, baik secara positif maupun secara negatif. Dengan arti kata apabila seorang dosen memiliki tingkat akademis yang tinggi kemudian ia juga memiliki wawasan yang cukup dalam ilmu pendidikan maka besar peluang ia akan menghasilkan mahasisiwa dan mahasisiwi yang yang unggul dan lebih baik dibandingkan dengan dosen lain yang tidak memilki kriteria tersebut. Ini dapat kita ambil contoh pada beberapa perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang memilki kemampuan finansial yang kuat yang memungkinnya untuk mendatangkan tenaga dosen yang qualified. Dibandingkan dengan perguruan tinggi yang lain yang kebanyakan para dosennya hanya lulusan S1, maka prestasi mahasisiwanya akan sangat jauh berbeda. Apalagi ketika bersaing dalam mendapatkan peluang kerja. Hal yang sama juga terjadi pada jenjang pendidikan yang lebih rendah, baik pendidikan tingkat menengah maupun pendidikan dasar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Indikasi lain dari gejala di atas adalah minimnya karya ilmiyah yang dihasilkan oleh para sarjana &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;. Contoh sederhana adalah masih jarangnya karya tulis dari penulis-penulis &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;. Yang ramai memenuhi pasar adalah buku-buku terjemahan, baik dari bahasa Arab, Inggris maupun bahasa lainnya. Kalaupun ada karya tulis dari penulis-penulis terkenal &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;, namun belum mampu menjadi rujukan di kawasan &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Asia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; tenggara apalagi untuk level Internasional. Coba kita bandingkan dengan karya Buya Hamka, tafsir Al Azhar yang menjadi rujukan bagi kebanyakan negara &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;asia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; tenggara. Begitu juga karya Pak Natsir, fiqh dakwah yang juga tersebar di daratan melayu (&lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Malaysia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Thailand&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;) bahkan dicetak dengan bahasa arab melayu karena mayoritas muslimin di selatan &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Thailand&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; (Fathani) menggunakan arab melayu untuk menulis bahasa melayu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: lucida grande;" lang="EN-GB"&gt;&lt;br /&gt;sumber : H. Irsyad Syafar Buan Lc, Dpl.Ed&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7706598887125859047-7003427413996109767?l=athika-unindrabio2a.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://athika-unindrabio2a.blogspot.com/feeds/7003427413996109767/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7706598887125859047&amp;postID=7003427413996109767' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7706598887125859047/posts/default/7003427413996109767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7706598887125859047/posts/default/7003427413996109767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://athika-unindrabio2a.blogspot.com/2008/03/orientasi-pembaharuan-pendidikan.html' title='Orientasi Pembaharuan Pendidikan'/><author><name>athika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00907222227004076165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_31fHLqqApG0/R-IqcJb8X_I/AAAAAAAAAAM/trVpbFItK4o/S220/Photo(179).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7706598887125859047.post-345763642376193549</id><published>2008-03-24T02:51:00.000-07:00</published><updated>2008-03-24T02:52:31.488-07:00</updated><title type='text'>test</title><content type='html'>atika aja yaaaaa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7706598887125859047-345763642376193549?l=athika-unindrabio2a.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://athika-unindrabio2a.blogspot.com/feeds/345763642376193549/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7706598887125859047&amp;postID=345763642376193549' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7706598887125859047/posts/default/345763642376193549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7706598887125859047/posts/default/345763642376193549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://athika-unindrabio2a.blogspot.com/2008/03/test.html' title='test'/><author><name>athika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00907222227004076165</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_31fHLqqApG0/R-IqcJb8X_I/AAAAAAAAAAM/trVpbFItK4o/S220/Photo(179).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
